1 Hari Pasca Digrebek, Lokasi Pijat Station SPA Tetap Beroperasi, PMII Nilai Pemkab Asahan Lemah

3.525

MITRAKITANEWS.COM, Asahan – Lokasi pijat terapi terletak di Graha Kisaran yang diduga menjadi tempat prostitusi atau kenakalan masyarakat akhirnya di gerebek oleh petugas Satpol PP Asahan. Namun dalam penggerebekan tersebut, petugas tidak menemukan pekerja yang berpakaian sexy atau wanita sebagai tukang pijat plus-plus.

“Kami juga ada dapat laporan masyarakat bahwa lokasi itu sering menjadi tempat ‘esek-esek’ namun kita tidak menemukan pekerjanya seperti wanita penghibur,” kata Siti Rosmita Hasibuan saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (30/7/2020).

Hasil dari pemeriksaan lokasi tersebut, petugas juga mengumpulkan izin lokasi usaha beserta izin apapun itu sehingga lokasi pijat terapi Station SPA diperbolehkan untuk beroperasi lanjut.

“Izin nya lengkap itu sudah kami cek dan kami tidak menemukan kejanggalan permainan seperti laporan masyarakat,” tegas Siti Rosmita.

Namun menyikapi hal tersebut, Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Asahan (PMII) Rudi Warsito Saragih sangat menyayangkan jika Satpol PP Asahan tidak menemukan kejanggalan lokasi Station SPA tersebut. Sebab, berdasarkan hasil pantauan akun instagram Station Spa Kisaran, akun tersebut menyimpan info tentang menu-menu kusuk pijat terapi dari menu biasa sampai menu khsusus yang diduga kuat sebagai daftar pelayanan sex.

Capture akun instagram (IG) Spa Station Kisaran. Terlihat diakun IG menampilkan sejumlah cewek sexy dan menu pijat diduga ‘plus-plus’.

“Akun media sosial Station Spa Kisaran isinya foto cewek sexy semua, bahkan ada juga menu paket khusus. Kami menilai lokasi tersebut menjadi sarang prostitusi. Bagaimana Pemerintah mau religius jika hal itu aja tidak mampu ditertibkan,” kata Rudi.

Ia juga menilai bahwa Pemkab Asahan lemah dalam menjalankan program menjadikan masyarakat religius, sebab lokasi Station SPA yang diduga tempat ‘esek-esek’ tidak mampu untuk ditutup.

“Kami desak lokasi itu ditutup, usaha tersebut juga hanya modus menjadi tempat refleksi biasa, namun kita tidak tahu apa hal di dalam, ditambah lagi akun media sosialnya menampilkan foto-foto wanita sexy,” tegas Ketua PC PMII Asahan yang miris melihat kondisi Asahan. (Nanda)

Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...
error: Content is protected !!