Bangga! Batik Kito Asal Tanjungbalai Jadi Produk Unggulan BI

474

MITRAKITANEWS.COM, Tanjungabalai – Masyarakat kota Tanjungbalai layak berbangga dengan kerajinan kain batiknya. Betapa tidak, dalam ajang Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2020, Batik Kito asal Tanjungbalai kembali menjadi salah satu produk unggulan di Sumatera Utara.

Tidak tanggung-tanggung, Bank Indonesia (BI) juga memberikan apresiasi tinggi lewat video yang di upload lewat akun resmi official Youtube nya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kemunculan Batik Kito diantara karya kerajinan kreatif lainnya di Sumatera Utara.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tanjungbalai Sri Silvisa Novita pun sontak tak bisa menutupi kegembiraannya atas pencapaian Batik Kito yang telah dirintisnya sejak 2016 silam.

“Batik Kito bukan sekedar tumpukkan kain tiada arti dan juga bukan sekedar kain berwarna warni. Banyak sekali tantangan, hujatan, suka duka yang mewarnai setiap proses pembuatannya. Alhamdulillah karya nyata ini sudah diapresiasi masyarakat luas hingga luar daerah. Karena awalnya tidak mudah untuk memulainya dan tak mudah membuat orang percaya,” kata wanita yang akrab disapa Vita ini pada MKN.

Menurutnya, motif batik yang khas dapat menjadikan produk mudah dikenal, namun keberadaanya tentu diperlukan pasar yang luas agar kerajinan yang dihasilkan menggelindingkan perekonomian pengrajin secara maksimal.

“Tanjungbalai daerah pantai di pesisir timur. Biota laut menjadi ciri khas Batik Kito. Daerah kami julukan nya kan si Kota Kerang. Terima kasih buat Bank Indonesia Perwakilan Sumut dan semua pihak yang telah mengapresiasi karya Tanjungbalai ini,” ujar wanita tamatan Interior Design di Nanyang Academy Of Fine Arts Singapura itu.

Selain Batik Kito, Tenunan tangan dari Tarutung, Ulos Dame, Ulos Sianipar dari Siantar, Tenunan  Kasusak dan Tenunan Angkola juga menjadi karya kreatif produk unggulan kerajinan kain yang ditampilkan Bank Indonesia pada pameran Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) beberapa waktu lalu.

KKSU merupakan acara tahunan yang diadakan Bank Indonesia wilayah Sumatera Utara sebagai wadah bagi UMKM potensial dari seluruh kabupaten/kota di Sumut untuk memamerkan karyanya dan menjual kepada masyarakat luas bahkan pihak BI pun ikut membantu memasarkan sampai memenuhi standar ekspor.

Dalam mengembangkan UMKM di Tanjungbalai, batik yang dihasilkan dari Tanjungbalai dibina dengan sentuhan profesional, menjadi produk batik yang bereda.

“Setiap kerajinan harus memiliki karya seni yang bernilai tinggi. Apalagi dengan kearifan lokal atau digunakan sebagai bahan baku itu ciri khas daerahnya. Batik Kito ini adalah hasil kerajinan masyarakat setempat,” jelas Vita.

Pameran Karya Kreatif Sumatera Utara 2020 ini diikuti sebanyak 18 UMKM Binaan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara, digelar di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, dibuka secara secara semi virtual dan diresmikan oleh Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi secara virtual dari Jakarta, akhir bulan Agustus lalu.

Saat ini dari 46 UMKM binaan Kpw Bank Indonesia Propinsi Sumatera Utara, sejumlah 34 UMKM telah terhubung dengan conversational commerce dan marketplace lokal maupun nasional, dan sejumlah 341 UMKM telah menerapkan pembayaran digital melalui QRIS Indonesia Standard (QRIS), termasuk didalamnya Batik Kito asal kota Tanjungbalai. (Nisfu Sirait).

Berita Terkait
loading...
error: Content is protected !!