1 Petugas Kepolisian Dipecat, dan 1 Diskorsing

222

MITRAKITANEWS.COM, Baton Rouge, LA – Seorang kepala kepolisian Louisiana pada hari Jumat memecat petugas kulit putih yang menembak mati seorang pria kulit hitam dalam pergulatan di luar toko serba ada pada dua tahun lalu yang memicu protes keras.

Kepala Polisi Baton Rouge Murphy Paul mengumumkan pemecatan petugas Blane Salamoni kurang dari seminggu setelah jaksa agung Louisiana mengesampingkan tuduhan kriminal dalam penembakan kematian Alton Sterling pada Juli 2016.
Paul juga menindak petugas Howie Lake II, petugas lain yang terlibat dalam konfrontasi mematikan, selama tiga hari.

Lake membantu bergulat dengan Sterling tetapi tidak menembakkan senjatanya malam itu.

Paul mengatakan dia memecat Salamoni karena melanggar kebijakan departemen tentang tindakan yang mematikan, sedangkan Lake dikenakan sanksi diskorsing karena hanya melanggar kebijakan terakhir.

“Keputusan saya tidak didasarkan pada politik,” kata Paul saat konferensi pers.

“Itu tidak berdasarkan emosi. Itu berdasarkan fakta-fakta kasus,” lanjutnya
Polisi juga merilis beberapa rekaman dimana tindakan mematikan petugas Kepolisian itu kepada Sterling.

Dua video ponsel dari insiden itu dengan cepat menyebar di media sosial setelah penembakan.

Dalam video tersebut, seorang perwira terdengar berulang kali menggunakan kata-kata kotor saat dia berteriak pada Sterling dan mengancam untuk menembak kepalanya ketika Sterling bertanya apa yang dia lakukan.

Pihak berwenang mengatakan bahwa Salamoni membuat ancaman itu ketika dia mengarahkan pistol ke Sterling.

Ketika Sterling mengatakan bahwa tindakan petugas tersebut menyakitinya, salah satu petugas mengatakan untuk menggunakan Taser (pistol listrik) padanya.

Petugas yang diyakini adalah Salamoni kemudian berjalan menuju Sterling untuk menanganinya, kemudian seseorang berteriak “dia (Sterling) punya pistiol”, kemudian terdengar suara tembakan.

Salamoni mengatakan kepada penyelidik urusan internal pada September 2016 bahwa dia melihat Sterling meraih dan memegang pistol di saku celananya tepat sebelum dia menembaknya selama pergumulan mereka di tanah.
Diketahui sebelumnya, Salamoni menembak Sterling enam kali selama pergumulan di luar Triple S Food Mart, di mana pria kulit hitam berusia 37 tahun itu menjual CD buatan sendiri. (AdyP)

Sumber: The Associated Press (AP)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
0
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
1
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...