Perilaku Siswa Coret Seragam Sekolah Bertentangan Dengan Agama Dan Budaya 

271

MITRAKITANEWS.COM, Sumatera Utara – Entah sejak kapan “selebrasi” mencoret seragam sekolah sebagai tanda tamat ini bermula, tapi yang jelas ini harus dihentikan, karena tidak sesuai dengan norma apapun, apalagi norma agama.

Demikian diungkapkan oleh Guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Tanjungbalai, Khoiruddin, S.PdI, MM, yang juga merupakan Wakil Sekretaris PC NU Asahan.

Ujian Nasional baru saja berakhir beberapa jam yang lalu, hasil ujianpun belum diketahui, bahkan pengumuman kelulusan baru akan diumumkan beberapa minggu ke depan, namun seolah tak memperdulikan hasil, para siswa dengan tanpa rasa bersalah melakukan aksi coret seragam sekolahnya sebagai simbol berakhirnya masa pendidikan mereka.

Ini seolah menjadi warisan budaya dari tahun ke tahun, bahkan para siswa yang melakukan aksi coret seragam dengan tanpa beban memposting aksi mereka ke sosial media.

Dalam sudut pandang Islam tentu ini sangat bertentangan, seragam yang harusnya bisa disumbangkan ke adik kelas yang membutuhkan, namun terbuang sia-sia, belum lagi mereka keluarkan uang untuk beli cat yang tidak ada maslahatnya sama sekali, ini mubazir namanya, dan mereka tahu itu, tapi tetap saja mereka lakukan, padahal sering kita ingatkan disela-sela pembelajaran, ini yang membuat saya kecewa.

Saya berharap, ada upaya kongkrit dari berbagai pihak untuk menghentikan ini, bila perlu orang tua siswa diminta untuk menjeput anaknya pada hari terakhir Ujian Nasional, di sisi lain sekolah harus punya sikap tegas terhadap persoalan ini .

Penulis: Khoiruddin, S.PdI, MM (Wakil Sekretaris PC NU Asahan)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
3
love
Senang
2
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
1
sad
Sedih
0
angry
Marah
2
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...