Warning: A non-numeric value encountered in /home/u6541325/public_html/mitrakitanews.com/wp-content/plugins/wp-smushit-pro/lib/class-wp-smush.php on line 1880

Cegah Aliran Sesat, Kejari Tanjungbalai Perkuat Tim Pakem

263

MITRAKITANEWS.COM, Tanjungbalai – Dalam upaya mencegah dan mendeteksi aliran-aliran yang menyimpang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungbalai, kembali menguatkan Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem), yang dipimpin Kepala Kejaksaan Tanjungbalai-Asahan Zullikar Tanjung, SH, MH.

Hal ini dilakukan sebagai suatu deteksi dini terhadap ajaran atau paham aliran kepercayaan keagamaan yang meresahkan masyarakat karena dianggap sesat, yang dapat mengganggu kerukunan.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Tanjungbalai bagian Tim Pakem, Hardiansyah, SH, MH, menjelaskan bahwa tim ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Tugas dan Kewenangan Kejaksaan.

“Berdasarkan pasal tersebut menejelasakn Kejaksaan tidak melulu masalah penuntutan, namun Kejaksaan juga bertanggung jawab di bidang ketertiban dan ketentraman umum, seperti kegiatan pengawasan kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan Negara, dan pencegahan penyalahgunaan atau penodaan Agama,” ucap Hardiansyah, dalam dialog ‘Jaksa Menyapa’, Kamis (19/04/2016), di RRI Tanjungbalai.

Dia menjelaskan, sensitivitas di Tanjungbalai cukup tinggi, maka tindakan pencegahan diutamakan dalam Tim Pakem dengan melibatkan elemen dan unsur, seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemangku kebijakan lainnya melalui komunikasi yang baik.

“Tim Pakem tidak untuk membatasi kemerdekaan memeluk agama dan memeluk kepercayaan dalam ruang privat, namun bertujuaan menjamin pelaksanaan kemerdekaan dengan tidak mencederai hak orang lain atau menggangu keamanan dan ketertiban,” ungkap Hardiansyah.

Lebih lanjut Hardiansyah mengatakan jika ada aliran yang menyesatkan sehingga meresahkan, ada tiga poin langkah yang diambil, pertama  pembinaan, kedua pembubaran organisasi, dan ketiga jika masih melanggar maka penganut dan anggota pengurus akan dipidana penjara.

“Maka kami mengajak semua elemen berbagi informasi, jika ada aliran yang meresahkan di tengah masyarakat karena diindikasikan meyimpang atau sesat. Hal ini dilakukan agar terjaganya kondusifitas sehingga kerukunan bisa tercapai,” pungkasnya. (SM)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
1
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
1
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...