Mantan Kapolres Ungkap Sosok Kompol Fahrizal Saat Bertugas di Mapolresta Medan

287

MITRAKITANEWS.COM, Medan – Mantan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, mengenang sepak terjang Kompol Fahrizal sebagai sosok polisi yang memegang teguh prinsip-prinsip dan tanggung jawab pekerjaan.

Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto yang pernah menjadi komandan di satuan wilayah langsung Kompol Fahrizal mengakui sangat prihatin dan berempaati terhadap cobaan yang sedang dihadapi mantan anak buahnya di satuan reskrim itu.

“Fahrizal itu orang Serse murni yang tidak pernah mengeluh dengan pekerjaan-pekerjaan berat yang dihadapinya,” ujar Kombes Pol Mardiaz, Selasa (17/04/2018), dikutip dari laman tribatanews.com.

Diakui Kombes Pol Mardiaz, dengan kompleksitas kejahatan di kota Medan yang tergolong tinggi Fahrizal selama bertugas bersama sangat menikmati pekerjaannya. Dirinya, diakui Kombes Pol Mardiaz, cukup memberi arahan dan motivasi kepadanya, maka semua pekerjaan yang diembannya rata-rata bisa dituntaskannya dengan baik.

“Banyak lho kasus-kasus besar seperti kasus pembunuhan yang berhasil diungkapnya,” tambah Kombes Pol Mardiaz.

Selain mempunyai visi jelas dalam pekerjaannya, Fahrizal juga dikenal sebagai komandan yang mampu membangun komunikasi efektif kepada anak buahnya. Karenanya wajar jika dalam pengungkapan kasus-kasus kejahatan, seluruh anak buahnya begitu bersemangat menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawab satuan reskrim.

“Selama setahun menjadi komandannya, saya sangat respek kepadanya karena saya nilai sebagai anak buah yang jujur dalam menjalankan tugasnya,” tegas Kombes Pol Mardiaz.

Sebelumnya diberitakan, bermula saat Fahrizal bersama istrinya, MSH, ke rumah Jumingan, yang juga adik iparnya untuk menjenguk ibunya yang baru sembuh dari sakit. Henny Wulandari, istri korban mempersilahkan Fahrizal masuk ke rumahnya dan duduk di ruang tamu.

Melihat kedatangan Fahrizal, ibunya langsung keluar dan duduk bersama di ruang tamu bersama Jumingan. Saat Henny Wulandari membuat minuman, Henny melihat Fahrizal sempat memijat ibunya sambil berdialog. Tapi, kemudian tiba-tiba Henny melihat Fahrizal menodongkan senjata api ke arah ibunya. Melihat hal itu, korban Jumingan langsung melarang Fahrizal dengan mengatakan ‘Jangan Bang’.

Merasa tidak senang dilarang, Fahrizal malah  menodongkan senjata api ke arah Jumingan dan menembak korban sebanyak 6 kali hingga terkapar. Sampai saat ini kasusya masih dalam penanganan Kepolisian Daerah Sumatera Utara. (HS)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
0
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
1
sad
Sedih
0
angry
Marah
1
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...