Warning: A non-numeric value encountered in /home/u6541325/public_html/mitrakitanews.com/wp-content/plugins/wp-smushit-pro/lib/class-wp-smush.php on line 1880

Ratusan Warga Rohul Menjadi Korban Penipuan Koperasi Sejahtera Bersama (KSB)

920

MITRAKITANEWS.COM, Rokan Hulu – Ratusan warga Rohul ditipu koperasi Sejahtera Bersama. Hal ini disampaikan ketua kelompok tani sekaligus merangkap ketua kepengurusan, S Halomoan Nasution, Kamis (10/05/2018).

Kejadian itu berawal dari jual beli tahun 2001 silam, dimana beberapa tokoh dan ninik mamak dari desa Air Hitam Ulak Kumahang, yaitu Kholifah Gomuk, Saprudin, Dasling, Marjuki, Ujang, dan Wahidin.

Dengan membawa arsip pendirian koperasi dan surat keterangan penghulu Air Hitam, bahwasanya ada lahan perkebunan yang akan dijual di Air Hitam seluas kurang lebih 500 hektar yang bermitra dengan PT Torus Ganda.

Tujuan penjualan kebun tersebut, untuk pembangunan surau Suluk, jalan desa, serta biaya-biaya pendirian koperasi. Mendengar bahwa adanya kebun yang akan diperjualbelikan banyak warga Rohul tertarik untuk membeli lahan perkebunan kelompok tani tersebut. Meski kami sempat menerima gaji selama 6 bulan, yakni pada tahun 2005, yakni mulai dari bulan Februari hingga bulan Juli.

Namun setelah itu kami tidak lagi menerima gaji, meski pada tahun 2006 sudah sempat membuat akta notaris di Pasir Pengaraian, Rambah, Rokan Hulu, yaitu Notaris PPAT M. Nur, SH. MKn. yang dihadiri pengurus koperasi yaitu Azhar yang menjabat ketua koperasi pada masa itu; Suharman alias Caman sebagai sekretaris koperasi; Demi Dahlan sebagai Humas; Wahidin sebagai Korlap; dan beberapa pengurus (ketua kelompok).

Ironisnya tidak satupun yang ditepati oleh pengurus koperasi, meski masyarakat sudah membayar sejumlah Rp 1.500.000 per orang sebagai uang pendaftaran menjadi anggota koperasi Sejahtera Bersama.

“Jujur, saya dan warga merasa kesal dan kecewa pada pengurus koperasi tersebut padahal di bulan April 2018 kita sudah menghadap Suyatno Bupati Rohil guna untuk difasilitasi. Bahkan beliau sudah menunjuk Camat Pujut sebagai mediator. Dikarenakan Azhar sudah resmi menjadi kepala desa Air Hitam. Begitu juga dengan Demi Dahlan, sudah menjadi kepala desa Ulak Kumahang,” jelas Halomoan.

Lebih lanjut Halomoan mengungkapkan, masyarakat sangat berharap pemerintah daerah Rokan Hilir dan DPRD Rokan Hilir supaya memanggil kedua orang Kepala Desa tersebut.

“Apabila menyalahi Undang-undang yang ada diminta pada Kapolres Rohil untuk memeriksa koperasi dan Kades tersebut, karena kami sudah belasan tahun dirugikan,” tutupnya dengan wajah geram. (DR)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
0
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...