Warning: A non-numeric value encountered in /home/u6541325/public_html/mitrakitanews.com/wp-content/plugins/wp-smushit-pro/lib/class-wp-smush.php on line 1880

Gelombang Penolakan Pembangunan Perluasan Pabrik PT. Jampalan Baru Terus Berlanjut

483

MITRAKITANEWS.COM, Asahan – Penolakan warga Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan terhadap pembangunan perluasan pabrik PT. Jampalan Baru terus berlanjut.

Kali ini, warga memasang spanduk penolakan yang berisikan tulisan “Kami Atas Nama Masyarakat Desa Simpang Empat Menolak Perluasan Pembangunan PT Jampalan Baru”. Disamping tulisan, terlihat tanda tangan masyarakat dibubuhkan sebagai bentuk komitmen penolakan.

Ahmad Fauzi Lubis, salah satu perwakilan warga membenarkan pemasangan spanduk tersebut.

“Iya benar bang, semalam kami pasang spanduk penolakan di beberapa titik terutama di depan lokasi pembangunan,” jawabnya ketika dihubungi via telepon, Jumat (25/5/2018).

Fauzi juga mengatakan, pemasangan spanduk merupakan bentuk kekecewaan warga karena pihak perusahaan tidak menanggapai keluhan dan keresahan warga atas perluasan pabrik tersebut.

Selain itu, Fauzi menambahkan, sebelum pembangunan perluasan, pihak perusahan tidak ada sosialisasi maupun komunikasi dengan pihak warga, sehingga warga mempertanyakan izin perluasan tersebut.

“Intinya warga meminta perluasan dihentikan. Dan kami (warga), sampai saat ini tidak mengetahui pihak perusahaan mengantongi izin apa, karena sebelumnya, pihak perusahaan tidak ada memberikan pemberitahuan kepada warga sekitar terkait perluasan pabriknya,” jelas Fauzi.

“Perluasan pabrik ini merugikan warga dan sangat rentan mengganggu aktivitas masyarakat terutama sekolah dasar Yayasan Silaturahmi yang sangat berdekatan dengan lokasi perluasan pabrik. Kami akan melakukan aksi lanjutan yang lebih besar apabila pihak perusahaan dan instansi terkait tidak menanggapai keresahan warga ini,” ucapnya seraya mengakhiri pembicaraan.

Sebelumnya, diketahui penolakan perluasan pembangunan pabrik PT. Jampalan Baru, disebabkan perluasan sudah sangat dekat dengan permukiman dan salah satu sekolah dasar, sehingga warga resah dan khawatir terhadap aktivitas pabrik, baik itu suara mesin maupun limbah.

Pihak Pemerintah Desa telah melakukan mediasi antara warga dan PT. Jampalan Baru, namun pihak perusahaan tidak transparan terhadap izin yang ada sehingga tidak membuahkan hasil ataupun kesepakatan antara warga dengan pihak perusahaan. (Ridho)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
0
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...