Spanduk Petisi Penolakan Perluasan PT. Jampalan Baru Mendadak Diturunkan, Ada Apa?

586

MITRAKITANEWS.COM, Asahan – Spanduk berisikan petisi penolakan perluasan PT. Jampalan Baru yang dilengkapi tanda tangan masyarakat telah diturunkan.

Hal ini menjadi pertanyaan serius perihal penurunan spanduk penolakan tersebut, karena sebelumnya, masyarakat Dusun IX, Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat Asahan dengan tegas menolak perluasan tersebut.

Penolakan masyarakat itu dilatarbelakangi tidak transparannya izin yang dimiliki PT. Jampalan Baru hingga adanya ke khawatiran dampak limbah dan bisingnya suara mesin saat pabrik beroperasi.

Berdasarkan penelusuran tim MitrakitaNEWS ke lokasi pada Selasa (5/6/2018), diketahui penurunan spanduk secara mendadak disebabkan perwakilan masyarakat yang diutus telah mencapai kesepakatan damai dengan pihak PT. Jampalan Baru.

Petisi Penolakan Perluasan PT. Jampalan Baru
Gambar kiri : Spanduk petisi penolakan masih terlihat terpajang pada Jumat (25/5/2018).
Gambar kanan : Spanduk petisi penolakan terlihat telah diturunkan pada Selasa (5/6/2018)

Dari keterangan sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya, proses damai terjadi sekitar hari Minggu (3/6/2018) dengan uang damai senilai Rp. 50 juta dari pihak perusahaan.

“Minggu kemarin damainya, perusahaan ngasi Rp. 50 juta dan meminta jangan ribut lagi,” kata sumber tersebut.

Amatan tim MitrakitaNEWS dilapangan, kesepakatan damai yang dilakukan terlihat janggal, karena beberapa warga ketika diminta keterangannya terkesan menutup-nutupi, sedangkan sebagian besar warga lainnya mengatakan tidak setuju dan menolak damai dengan pihak perusahaan karena proses damai tidak ada pelibatan masyarakat secara menyeluruh.

Humas PT. Jamplan Baru, Amrizal, ketika dikonfirmasi melalui via telephone terkait hal itu menolak memberikan keterangan.

“Untuk informasi permasalahan tersebut silahkan hubungi humas eksternal kami bernama Dodi,” ujarnya kepada MitrakitaNEWS.

Humas eksternal perusahaan seperti yang disebutkan Amrizal ketika dihubungi tidak mengangkat telephone dan tidak membalas sms tim MitrakitaNEWS.

Sementara itu, sebelumnya beredar video siaran langsung facebook Kades Simpang Empat, Yafit Ham, yang membenarkan masyarakat dengan pihak perusahaan telah damai. Namun, ketika ditelusuri kembali, video tersebut telah dihapus atau disembunyikan oleh pemilik akun.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Dusun IX Desa Simpang Empat menolak pembangunan perluasan pabrik PT. Jampalan Baru karena merasa resah dan khawatir limbah dan polusi mengganggu aktifitas masyarakat, terutama salah satu Sekolah Dasar yang berdekatan dengan lokasi perluasan. Selain itu, masyarakat juga kecewa dengan tidak transparannya pihak perusahaan ketika masyarakat mempertanyakan dokumen-dokumen terkait izin perluasan.

Gelombang penolakan terus mengalir sampai akhirnya pemasangan spanduk yang berisikan petisi penolakan perluasan pabrik PT. Jampalan Baru pada Kamis sore (24/5/2018). (Ridho)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
0
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...