Pilgubsu 2018, Mengenal Sebelum Memilih

854

MITRAKITANEWS.COM, Sumatera Utara – Perhelatan pesta demokrasi 2018 dalam menetukan orang nomor satu di Sumatera Utara hanya tinggal menghitung hari. Pemilihan yang akan digelar pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang akan menentukan kemajuan Sumatera Utara lima tahun kedepan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara telah menetapkan dua pasang cagub-cawagub pada bulan Februari lalu.
Dua pasang cagub-cawagub yang jadi peserta Pilgub Sumut 2018 adalah Letjen (Purn) Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (Ijeck) dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

Kedua calon ini cukup menyita perhatian masyarakat, karena keduanya merupakan tokoh yang memiliki pengalaman dalam kepemimpinannya. Selain itu, kedua Cagub menggandeng tokoh muda yang cukup dikenal di Sumatera Utara.

Cagubsu nomor urut satu, Letjen (Purn) Edy Rahmayadi memiliki segudang pengalaman sebagai pemimpin. Beliau pernah menjadi Pangdam I/BB pada tahun 2015 dan terakhir menjabat Pangkostrad sampai tahun 2018. Selain karir militer, putra melayu ini juga memiliki pengalaman memimpin organisasi independent hingga saat ini, yaitu PSSI. Edy yang diusung oleh enam parpol yaitu PKS, Hanura, Golkar, PAN, Gerindra, dan NasDem berpasangan dengan tokoh pemuda Sumatera Utara, Musa Rajeckshah atau lebih dikenal dengan nama Ijeck.

Selain sebagai tokoh pemuda, Ijeck merupakan seorang pengusaha yang cukup sukses di Medan. Anak usahanya bervariasi mulai dari perkebunan sawit hingga otomotif. Anak kedelapan H. Anif ini aktif dibeberapa organisasi, salah satunya Palang Merah Indonesia (PMI). Musa Rajeckshah tercatat sebagai ketua PMI Kota Medan periode 2014-2019. Dia juga merupakan Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara selama dua periode, sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2017. Selain itu, sosok yang satu ini punya banyak prestasi dalam bidang olahraga dan kerap terlibat dalam aktivitas sosial.

Tidak kalah seru dengan Cagubsu nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat. Dengan segudang pengalaman memimpin daerah dan juga pernah menjadi anggota legislatif, Djarot sangat memahami sistem birokrasi. Pria kelahiran Magelang itu pernah memimpin Kota Blitar selama dua periode pada tahun 2000-2010. Pada masa jabatannya sebagai Walikota Blitar, Djarot membawa Kota Blitar meraih adipura 3 kali berturut-turut yakni pada tahun 2006, 2007, dan 2008. Politisi PDIP ini semakin dikenal oleh masyarakat luas setelah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI dan menjadi Gubernur DKI menggantikan Basuki Tjahaja Purnama pada 31 Mei 2017. Dengan pengalaman itu, dua parpol yaitu PDIP dan PPP mengusung Djarot untuk bertarung di Pilgubsu 2018 berpasangan dengan Sihar Sitorus.

Sihar Sitorus yang memiliki nama lengkap Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus merupakan anak dari pengusaha ternama, DL Sitorus. Pria penggemar sepak bola ini memiliki berbagai pengalaman di organisasi. Sihar tercatat pernah menduduki posisi penting di PSSI sebagai Komite Eksekutif PSSI. Dia juga pernah membina PSMS saat bertarung di Liga Super Indonesia. Sihar yang menghabiskan masa kecilnya di Jakarta, sebelumnya berprofesi sebagai Staff Ahli Kemenko PMK dibawah Menteri Puan Maharani. (AdyP)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
1
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...