Tidak Terbukti Money Politic, Panwaslu Asahan Hentikan Kasus Djarot Syaiful Hidayat

1.140

MITRAKITANEWS.COM, Asahan – Panitia Pengawas Pemilu (PANWASLU) Kabupaten Asahan telah menghentikan pemeriksaan terhadap Calon Gubernur Djarot Syaiful Hidayat atas aduan dugaan bagi – bagi uang kepada sejumlah Kepala Desa di Kantor APDESI Asahan, Kecamatan Simpang Empat pada Selasa (5/6/2018) malam.

Dalam surat Panwaslu Asahan yang telah beredar pada Hari Jumat (15/6/2018) menjelaskan hasil pemeriksaan atas nama pelapor Sapariman dan terlapor Djarot Syaiful Hidayat dengan Nomor : 002/LP/PG/Kab/02.09/VI/2018 menjelaskan status laporan tersebut “tidak  ditindaklanjut, karena laporan yang diberikan tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran pemilihan,” tulis surat tersebut.

Sementara itu, untuk hasil pemeriksaan lainnya, Panwaslu Asahan telah menemukan pelanggaran perbuatan tidak profsionalitas yang dilakukan Ketua APDESI Asahan, Sujud Prayetno.

Dalam surat tentang pemberitahuan hasil laporan itu, Panwaslu Asahan telah merekomendasikan pada Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa karena adanya perbuatan tidak profosionalitas yang dilakukan ketua APDESI Asahan berdasarkan  pasal 24 huruf ”f” Undang – undang Republik Indonesia No 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Terpisah, Ketua Panwaslu Asahan, Irvan Islami Rambe, saat dihubungi MitrakitaNEWS, pada Senin sore (18/6/2018), membenarkan perihal kabar penghentian kasus dugaan bagi-bagi uang saat pertemuan paslon Gubernur Djarot Syaiful Hidayat terhadap sejumlah kepala Desa di Kantor APDESI Asahan, Kecamatan Simpang Empat.

“Setelah di selidiki pihak Jaksa, Kepolisian, dan Panwaslu, mengenai pertemuan Djarot dengan APDESI di Simpang Empat, tidak ada di temukannya unsur – unsur pelanggaran, dan juga dari saksi – saksi nya pun tidak ada yang mengarah kesitu,” tutur Irvan.

Sebelumnya diberitakan, kasus ini berawal dari pertemuan yang dilakukan Djarot Syaiful Hidayat dengan sejumlah Kepala Desa di Kantor APDESI Asahan.

Tidak lama setelah pertemuan itu berlangsung, beredar di media sosial kabar Hoak yang menyebutkan bahwa Djarot tertangkap tangan tengah menyuap sejumlah Kepala Desa dalam pertemuan tersebut.

Pada Informasi itu juga menyebutkan bahwa Djarot sempat dilarikan ke Kantor Polisi dan Bawaslu namun dilepas, serta menunjukkan beberapa bukti termasuk keterangan warga  yang melihat sudah sebahagian didapat, termasuk sobekan kertas pengikat uang dari bank berjumlah Rp. 10 Juta.

Kini kasus penyebar kabar hoak tersebut telah ditangani Polda Sumut dengan terlapor akun facebook Dewi Budiati Teruna. (Rdh/TIM)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
1
love
Senang
1
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...