Warning: A non-numeric value encountered in /home/u6541325/public_html/mitrakitanews.com/wp-content/plugins/wp-smushit-pro/lib/class-wp-smush.php on line 1880

11 Hari Menghilang di Mekkah, Keluarga Cemaskan Keadaan H. Wardi

1.785

MITRAKITANEWS.COM, Asahan – Perasaan khawatir, cemas dan sedih dirasakan Hj. Rosmaida Marpaung dan anaknya, Annisa, warga Jl.Maria Ulfa Santosa Gg. Putra Anda No. 9 Kelurahan Mutiara, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan.

Bagaimana tidak, sang suami sekaligus ayah dari anak-anaknya, H.Wardi (63) tak ikut pulang bersamanya ke Tanah Air karena hilang di Tanah Suci ketika melakukan Tawaf Wada’ pada Rabu (13/6/2018), dan belum ditemukan sampai sekarang.

Ketika ditemui di kediamannya, Hj. Rosmaida didampingi anaknya, Annisa, bercerita panjang lebar kronologis hilangnya H. Wardi, mulai dari keberangkatan sampai menghilangnya sang suami di Tanah Suci.

Hj. Rosmaida bercerita, mereka berangkat dari Kisaran pada tanggal 15 Mei 2018, dan terbang dari bandara Kualanamu sekitar jam 9 pagi, kemudian transit di Malaysia dan naik pesawat Saudi Airlines menuju Madinah.

“Kami sampai di Madinah pas sahur, di Madinah kami Sembilan hari, baru ke Masjidil Haram dan rencana pulangnya kami hari Jumat (15/6/2018) jam 4 pagi berangkat ke Tanah Air,” ujarnya.

Lanjutnya lagi, suaminya pada hari Rabu (13/6/2018) melakukan Tawaf Wada’ bersama teman satu rombongan asal Padang yang bernama Pak Malin.

Berdasarkan cerita Pak Malin, kata Hj. Rosmaida, pada putaran pertama dan kedua, mereka masih bersama, namun pada putaran ketiga, suaminya dan Pak Malin mulai terpisah, dan pada putaran ke empat, Pak Malin tidak melihat H. Wardi lagi.

“Di tunggu dia (Pak Malin) juga sampai habis Maghrib baru pulang (ke hotel), jadi orang tu yang satu kamar tu sempat heboh dan bilang Pak Wardi gak pulang,” kata Hj. Rosmaida.

Tambahnya lagi, keesokan harinya, setelah selesai I’tikaf, dia ke kamar suaminya untuk bertemu. Dan pada saat itu, dia bertemu dengan Pak Malin dan mendapatkan kabar bahwa suaminya tidak ada kembali dari semalam setelah mereka melakukan Tawaf Wada’.

“Karena dia (H. Wardi) tidak pulang, ya saya lapor la sama travel dan sama ustadnya. Jadi karena dah saya lapor begitu, mereka pun pergi lah ke Muassasah melaporkan bahwa ini gak ada. Jadi diperiksa lah pertama ke Rumah Sakit, mana tau dia sakit, yak an. Ternyata sidik jarinya gak ada disitu,”

Menurutnya lagi, pada pagi hari sebelum dia ke Mesjid untuk I’tikaf, H. Wardi sedang sakit dan meminta kepada suaminya untuk minum obat dan tidak usah berpuasa.

Hj. Rosmaida juga mengatakan, selama mereka di Tanah Suci, H. Wardi selalu pulang saat Maghrib untuk berbuka puasa dan pergi lagi ketika memasuki waktu Tarawih sampai menjelang sahur baru kembali, setelah itu pergi lagi ke Masjid.

“Kami dari Masjidil Haram tu ke hotel cuma lima menit jaraknya, gak jauh, jadi kalau akal sehat kita, gak mungkin dia gk pulang,” ujar Hj. Rosmaida dengan berbinar-binar.

Ketika ditanya sejauh mana pihak travel bertanggungjawab terhadap hilangnya salah satu jamaahnya, Annisa, anak H. Wardi mengatakan sampai saat ini pihak travel tetap bertanggung jawab dan masih berkomunikasi dengan pihak keluarga terkait perkembangan hilangnya H. Wardi.

“Ada pertanggungjawaban travel, ada pemandu yang tinggal disana untuk mencari tahu kabar ayah. Kakak pemilik travel juga ada tinggal disana, anaknya juga imam disekitar situ, jadi mereka juga ikut membantu pencarian,” katanya kepada MitrakitaNEWS.

“Paspornya pun saya tinggal juga disana, mana nanti ketemu, dan udah dipesan juga ke pihak hotel, nanti kalau dia ada pulang ke sini (hotel), telepon ke nomor saya, biar saya jeput dan saya bawa kembali pulang ke Indonesia,” kata Hj. Rosmaida menimpali.

Kemudian Annisa menambahkan, jika sang ayah sudah melaksnaakan Ibadah Haji pada tahun 2003 dan Umroh mulai dari tahun 2007 hingga saat ini.

“Jadi, Ayah gak mungkin nyasar, ayah gak mungkin tidak tahu jalan pulang. Karena ayah setiap tahun nya itu Umroh,” ujarnya.

H. Wardi merupakan pesniunan PNS di Kabupaten Asahan diketahui berangkat melaksanakan ibadah Umroh bersama istri pada bulan puasa beserta sepuluh orang rombongan. pada Selasa (15/5) dengan menggunakan jasa PT. Travel Safa Nisa Rizky yang beralamat di Jl. karya Darma 1 No. 2 A Medan.

Mengenai pelaporan secara peribadi baik ke Pemerintah Daerah maupun Konsulat Jenderal RI di Jedaah, Hj. Rosmaida dan Annisa menyatakan belum ada melaporkannya.

Terhitung sudah sebelas hari sampai sekarang, keberadaan H. Wardi belum diketahui. Keluarga berharap semoga H. Wardi segera ditemukan dan dengan keadaan sehat agar dapat berkumpul kembali bersama keluarga

Hingga saat ini, MitrakitaNEWS belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari pihak biro Travel maupun Konsulat RI di Jeddah mengenai nasib warga Asahan yang hilang di Mekkah Arab Saudi. (Ridho)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
2
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
4
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...