Penghibah Dua Hektar Lahan SMKN 1 Medang Deras Menangis Sedih

8.853

MITRAKITANEWS.COM, Batubara – Taufiq Doban, warga kawasan Pagurawan Kabupaten Batubara menangis sedih membaca berita kasus korupsi pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN 1) Kecamatan Medang Deras yang diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp. 2,4 milyar. Sebab selain dilumuri dugaan korupsi, unit sekolah yang saat dibangun berada dibawah jajaran Dinas Pendidikan Kab. Batubara tersebut juga terlihat tidak representatif bagi sebuah komplek pendidikan generasi muda.

“Saya sungguh-sungguh merasa sedih, membaca berita dan mengetahui kondisi sekolah yang acap tergenang air laut dan bangunannya yang dikabarkan bahkan sudah retak-retak. Sungguh ini jauh dari harapan saat saya menghibahkan lahan seluas 2 Ha untuk pertapakannya,” ungkap tokoh pejuang pemekaran Kabupaten Batubara yang belum lama ini terpilih sebagai Bendahara Umum PB Gemkara di Pagurawan, Senin (25/6/2015).

Disebutkan, pada tahun 2014 Taufiq Doban dan Zuraidah Alay (suami-istri) melalui Notaris Ulina di Indrapura, menghibahkan tanah seluas 2 Ha secara gratis kepada Kepala Dinas Pendidikan Batubara yang saat itu dijabat Drs Darwis M.Si. Lahan ini diperuntukkan bagi pembangunan komplek SMKN Medang Deras, yang pembangunannya dilakukan pada 2015 pada masa keberadaan SMA sederajat masih di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Taufiq Doban dahulu membayangkan bangunan ini akan cukup representatif dan megah serta membuat generasi muda Batubara dapat belajar dengan baik dan nyaman. Sebab, tentu saja seharusnya lahan itu lebih dulu dimatangkan sehingga menjadi lokasi yang layak buat sebuah komplek pendidikan.

“Tapi kenyataannya sekarang, selain dilumuri kasus korupsi, bangunan itu kerap tergenang air laut, kondisi jalan akses ke sekolah juga tidak memadai yang berarti tidak ada pematangan lahan yang cukup. Betapa saya jadi menangis sedih melihatnya,” tutur Taufiq yang mengaku sudah tahu ada kasus korupsi di USB SMKN 1 Medang Deras tersebut sebab dia sendiri sudah pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus itu. Seperti telah diberitakan, Polres Batubara saat ini sedang mengusut kasus korupsi pembangunan SMKN 1 Medang Deras yang diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp. 2,4 milyar tersebut. Satu tersangka telah ditetapkan yaitu Kepsek MB selaku kuasa pengguna anggaran. Selain itu, pihak Polres juga mengisyaratkan jumlah tersangka akan bertambah.

“Nunggu gelar perkara lagi di Polda untuk penetapan tersangka yang lain,” kata Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Zulfikar kepada wartawan, Minggu (24/6/2018).

Kasat menuturkan, minggu depan selesai pelaksanaan Pilkada pihaknya gelar perkara di Poldasu. Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Batubara Ase Ginting SH kepada wartawan juga mengatakan, pihaknya sudah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus tersebut dari penyidik Tipikor Polres Batubara SEGERA DI TETAPKAN

Menanggapi kasus korupsi tersebut, seorang praktisi hukum Muhammad Yani SH saat ditemui MitrakitaNEWS di limapuluh meminta kepada Polres Batubara segera saja menetapkan tersangka baru dan menjelaskannya kepada publik. Sebab biasanya yang terjadi, korupsi proyek pembangunan seperti ini tidak dilakukan sendirian melainkan bersama-sama atau sejumlah oknum ikut terlibat.

“Tugas Kapolres melalui aparat penyidik untuk menjabarkan siapa saja yang layak untuk dijadikan tersangka baru dan siapa aktor sebenarnya di balik kasus korupsi Rp. 2,4 miliar SMK 1 Medang Deras itu,” ujarnya. (EvYS)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
1
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
1
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...