Warning: A non-numeric value encountered in /home/u6541325/public_html/mitrakitanews.com/wp-content/plugins/wp-smushit-pro/lib/class-wp-smush.php on line 1880

Tak Perlu Pakai Dana Pensiun untuk Berobat

641

MITRAKITANEWS.COM – Tanjungbalai : Dorlan Habeahan, 67, warga Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut), seharusnya dapat menikmati masa pensiun setelah puluhan tahun bekerja di RSUD Teungku Mansyur Kota Tanjungbalai. Tetapi, sejak beberapa tahun lalu, ia harus beberapa kali balik ke Rumah Sakit, namun bukan untuk kembali bekerja, akan tetapi untuk memeriksa kesehatannya, terkait dengan keluhannya merasakan gejala seperti sakit di seluruh tulangnya. Padahal, dirinya mengaku tidak merasakan gejala sakit seperti ini sebelumnya.

Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, ternyata Dorlan divonis menderita penyakit Portal Hypertension (Hipertensi Portal) atau lebih dikenal dengan sebutan Hipertensi Tulang, penyakit yang terjadi jika adanya tekanan darah tinggi di dalam vena portal (vena besar yang membawa darah dari usus ke hati). Dalam banyak kasus, pasien akan mengalami muntah darah atau mengeluarkan darah saat buang air besar.

Dengan semangat untuk kembali sembuh, ia berjuang melawan penyakit yang dideritanya dengan berulang kali melakukan pemeriksaan ke luar kota untuk mendapat pengobatan.

“Beberapa tahun lalu, saya merasakan gejala sakit di seluruh tulang, padahal dulu saat masih bekerja saya baik-baik aja,” kenang Dorlan Habeahan, di Kantor BPJS Kesehatan Tanjungbalai, pada Senin, (30/07).

Dorlan bercerita, ia termasuk keluarga bercukupan, suaminya juga pensiunan PNS. Dirinya ingat betul, pasca divonis menderita Hipertensi Tulang, ia sempat menggunakan uang sendiri untuk berobat disalah satu Rumah Sakit di Kota Tebing Tinggi, Sumut, untuk mendapatkan terapi dan suntikan pada lututnya di setiap pekannya. Namun tidak terasa, puluhan juta rupiah telah habis digunakan untuk biaya beberapa kali pengobatan tersebut.

“Untuk sekali suntik lutut saja saya harus merogoh kocek sekitar 800 ribu-an rupiah, dan itu harus saya jalanin setiap minggunya,” ungkapnya.

Dirinya merasa berat dari sisi finansial, karena masih akan melakukan beberapa kali lagi suntikan, bahkan melakukan operasi untuk kesembuhannya.

Sebenarnya Dorlan merupakan peserta Asuransi Kesehatan (ASKES), yang didapat bagi kalangan pegawai pemerintah, namun ketika ASKES dialihkan atau ditransformasi menjadi BPJS Kesehatan, ia mengaku tidak berminat untuk menggunakannya dengan alasan belum mengerti secara jelas dan seksama mengenai berbagai informasi berkenaan dengan perubahan program Nasional fasilitas kesehatan dari Pemerintah tersebut, ditambah lagi mendengar kabar dari masyarakat tentang pelayanan yang tidak memadai dikarenakan iuran yang murah.

Kini, setelah mendapat informasi yang utuh dari BPJS Kesehatan Cabang Tanjungbalai, melalui Pemberian Informasi Langsung (PIL), maupuan sosialisasi dari berbagai media massa, ia mulai menggunakan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari BPJS Kesehatan Cabang Tanjungbalai.

“Persepsi saya salah, pelayanan yang didapat ternyata sangat memadai, sama pelayanan dan fasilitas yang didapat saat saya pakai biaya sendiri. kalau jauh hari lalu saya gunakan untuk berobat, mungkin udah puluhan juta duit saya bisa dihemat,” ucapnya sambil tersenyum.

Ibu ini kini beruntung, setelah merasakan manfaat program JKN-KIS, ia dapat menjalani operasi tulang sekali dan beberapa kali suntik lutut tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun.

“Bersyukur dong! karena gak ada keluar uang sepeserpun sekarang, jadi dana pensiun saya bisa dipakai untuk kebutuhan lain. Semoga masyarakat luas merasakan juga seperti saya”, ucapnya mengakhiri.

Terpisah, Kepala Cabang BPJS Tanjungbalai, Ario Trisaksono, membenarkannya bahwa BPJS Kesehatan memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh peserta JKN-KIS untuk hampir semua jenis penyakit, dengan biaya di tanggung BPJS Kesehatan. Termasuk diantaranya pelayanan kesehatan untuk penyakit Portal Hypertension, yang diderita pasien bernama Dorlan Habeahan.

“Jangan ragu menggunakan program JKN-KIS dari BPJS Kesehatan bagi peserta. Dan untuk seluruh masyarakat yang belum mendapatkan kartu peserta JKN-KIS untuk segera mendaftarkan diri,” ujarnya pada Selasa, (31/07).

Ia menambahkan, Bagi masyarakat yang sebelumnya dapat melakukan pendaftaran di Kantor Cabang, Kantor Layanan Operasional Kabupaten/Kota, Website, dan Bank mitra yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, kini juga dapat melakukan pendaftaran melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500-400. BPJS Kesehatan juga mengembangkan pendaftaran melalui Sistem Dropbox di Kantor Cabang BPJS Kesehatan, Kantor Kelurahan, dan Kantor Kecamatan, Pendaftaran melalui PPOB/mitra kerja BPJS Kesehatan, melalui Kader JKN serta pendaftaran melalui aplikasi Mobile JKN yang bisa diunduh di App Store atau Play Store.

“Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan serta mempercepat cakupan kepesertaan, berbagai inovasi dan terobosan akan terus kami lakukan,” ucapnya mengakhiri. (SM)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
0
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...