Warning: A non-numeric value encountered in /home/u6541325/public_html/mitrakitanews.com/wp-content/plugins/wp-smushit-pro/lib/class-wp-smush.php on line 1880

DPN FKKB Kejaksaan : Vonis Meliana Penista Agama Sudah Tepat

527

MITRAKITANEWS.COM : Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis kepada Meliana, warga Tanjung Balai, Medan, Sumatera Utara 18 Bulan penjara atas kasus penistaan agama.

Hakim menilai ia terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 156a KUHP atas perbuatannya memprotes volume suara azan yang berkumandang di lingkungannya.

Namun, putusan Pengadilan tersebut menghasilkan pro dan kontra, ada yang berpendapat bahwa Meliana bukanlah termasuk menistakan Agama, dan ada juga yang berpendapat bahwa vonis itu kurang seharusnya 4 Tahun hukuman penjara.

Menanggapi hal itu, Dewan Pengurus Nasional Forum Komunikasi Keluarga Besar Kejaksaan (DPN – FKKBK) menilai vonis yang dijatuhkan oleh Pengadilan itu sudah tepat.

“Landasannyakan jelas, ada fatwa MUI yang menyatakan saudari Meliana telah menistakan Agama,” ungkap Sekretaris DPN FKKBK, Guntur Syaputra Alkarim.

Guntur menuturkan, pada saat kejadian itu mencuat ke publik, dia sendiri langsung turun ke lokasi dan bertemu dengan para saksi, tokoh masyarakat, para tersangka korban pembakaran Vihara. Dari investigasi didapati sejumlah keterangan bahwa memang Meliana turut mengumpat saat melakukan protes terhadap suara Adzan.

“Saya putra daerah Kota Tanjungbalai, saya lahir dan besar di sana, saya tahu betul kronologi kejadiannya, jadi kalau ada yang bilang bahwa Meliana itu bukan menistakan Agama suruh taubat saja,” ujar Guntur.

Lebih lanjut Guntur mengatakan Tanjungbalai itu Kota heterogen, semua Suku dan Agama ada disana, toleransi terjaga disana. Saya juga punya tetangga Tionghoa di Tanjungbalai dan Rumah kami sangat dekat sekali dengan Masjid, tidak ada pernah ada masalah.

“Azan itu artinya panggilan, kalau manggil orang banyak ya harus kuat, kalau pelan-pelan namanya bisik-bisik tetangga,” tambah Guntur.

Ia mengajak semua lapisan menghargai proses hukum, karena Jaksa dan Hakim itu selalu objektif dalam memutuskan perkara.

“Yang tidak berkompeten masalah kasus Meliana ini, tidak tahu alur cerita sebenarnya bahkan tidak pernah datang ke Tanjungbalai, lebih baik diam, atau nanti kita buat debat terbuka, jangan pakai petisi-petisi seperti anak kecil,” tutup Alumni Lemhannas RI ini. (SM)

 

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
4
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...