Polemik Iklan Pembangunan di Bioskop, Kominfo Beri Penjelasan

125

MITRAKITANEWS.COM, Jakarta – Menanggapi berbagai kritikan terkait penayangan iklan kinerja pemerintah di bioskop-bioskop sebelum pemutaran film, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memberikan keterangan melalui Siaran Pers No. 217/HM/KOMINFO/08/2018 tertanggal 13 September 2018.

Didalam siaran pers itu, Kominfo menjelaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menjalankan tugas sebagai Humas Pemerintah (Government Public Relation) sebagaimana amanat UU No 39 Tahuh 2008 tentang Kementerian Negara, Peraturan Presiden No 54 Tahun 2015 dan Inpres No 9 Tahun 2015.

Kominfo juga mengatakan, Sebagai Humas Pemerintah, Kementerian Kominfo RI selalu berupaya menyampaikan program, kebijakan, kegiatan dan capaian, baik yang sudah, sedang, dan akan dilakukan pemerintah kepada publik melalui berbagai saluran yg tersedia, termasuk melalui iklan layanan masyarakat.

Selain itu, Penayangan iklan layanan masyarakat di bioskop dipilih sebagai salah satu kanal karena dinilai tepat sasaran mengingat jumlah penontonnya terukur. Untuk diketahui, pengelola bioskop menyediakan space utk iklan sebelum penayangan sebuah film.

Poin terakhir, Kominfo menerangkan bahwa Anggaran yg digunakan utk iklan layanan masyarakat tersebut dibebankan pada DIPA Kementerian Kominfo Tahun 2018, yg mana proses perencaannya telah disiapkan sejak pertengahan 2017.

Sementara itu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu juga memberikan keterangan terkait penayangan iklan pembangunan di bioskop melalui video berdurasi 1:41 menit di laman resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Pertama, peran yang diemban Kementerian Kominfo yang diamanatkan oleh undang-undang Kementerian Negara adalah sebagai humas pemerintah (Government Public Relation), maka itu kami terjemahkan dengan selalu menyampaikan pencapaian-pencapaian, prestasi-prestasi hal-hal yang telah dilakukan pemerintahan Jokowi-JK,” terang Fernandus.

Dia juga mengatakan, apa yang disampaikan bukan merupakan bagian dari kampanye dan Kominfo tidak sama sekali melakukan kampanye terkait pencapresan Jokowi pada periode mendatang.

Didalam video tertanggal 12 September 2018 itu, Fernandus juga mengatakan, pemilihan bioskop dikarenakan pihak bioskop memberikan ruang kepada siapa pun untuk memasang iklan. Selain itu, menurut Fernandus, pertumbuhan penonton bioskop semakin meningkat.

“Kami berkeyakinan, dengan memasang iklan di bioskop jauh lebih efektif untuk semakin banyak masyarakat menerima informasi terkait dengan pencapaian yang dilakukan oleh Pemerintahan saat ini,” tutupnya.

Sebelumnya, berbagai kalangan mengkritisi penayangan iklan pembangunan di bioskop-bioskop. Salah satu yang mengkritisi adalah Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Wakil Ketua Umum Gerindra itu menilai penayangan iklan tidak pada tempatnya dan mengganggu orang-orang yang mau menonton film.

“Iklan itu tidak pada tempatnya, ketika orang mau datang ke bioskop, bayangkan coba nanti kalau ada instansi-instansi lain melakukan hal yang sama, berapa lama orang menunggu padahal mereka butuh hiburan,” ujar Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Selain itu, Fadli juga menilai apa yang dilakukan tersebut merupakan hal yang mubazir karena penayangan iklan dikenakan biaya dan audiens yang tersentuh sangat kecil jumlahnya. Selanjutnya, Fadli menyarankan, lebih baik anggarannya diperuntukkan ke hal-hal lain yang bermanfaat bagi masyarakat atau untuk korban gempa Lombok. (AdyP)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
0
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...