PMII Asahan Gelar Aksi Damai Tolak Deklarasi #2019GantiPresiden

292

MITRAKITANEWS.COM, Asahan – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Asahan menggelar aksi damai menolak deklarasi #2019GantiPresiden, Senin (17/9/2018) di bundaran Tugu Juang, Kisaran.

Dalam aksi itu, Ketua PMII Asahan Adlin Panjaitan menilai, gerakan #2019GantiPresiden merupakan gerakan tindakan provokatif dan pecah belah yang ingin mengubah sistem negara. Menurut dia, Presiden adalah struktur kelembagaan perangkat tertinggi dari suatu pemerintahan.

“Presiden merupakan perangkat tertinggi dari pemerintah, ada bangsa disitu, ada negara, ada pemerintah dan simbolnya adalah presiden yang isinya adalah masyarakat Kalau ganti presiden sebagai bentuk kekuasaan dari pemerintah maka gantinya apa ? Khilafah kah ? Perdana Menteri kah ? Kaisar atau Raja kah?,” ucapnya.

Dia juga menambahkan, jika motif gerakan itu untuk melengserkan Jokowi atau mendukung Prabowo, mengapa bukan tagar #2019GantiJokowi atau #2019PrabowoPresiden.

“Waktu tahun 1998, dulu itu tuntutan reformasi ialah ganti Soeharto bukan ganti Presiden, turunkan soeharto bukan ganti Presiden. Ini Kan nama nya gerakan banci, nggak jelas kelaminnya. Mau diganti dengan apa?? Jangan-jangan memang ADA agenda lain yang diselipkan dalam gerakan tersebut,”
kata Adlin saat aksi Mahasiswa Asahan Cinta NKRI

Adlin Panjaitan juga mengatakan bahwa bahasa ganti presiden adalah bahasa ganti sistem, karena presiden merupakan sistem negara.

“Siapapun yg jadi Presiden nanti tetap Presiden. Makanya kalau istilah ganti presiden dengan sebutan orang mestinya mereka berhenti begitu sudah ada dua calon presiden, tapi kenapa mereka terus ? Ya karena mau mengganti presiden dengan sebuah sistem yang lain,” ujarnya.

Lanjutnya lagi, jika gerakan tersebut sudah menjadi ancaman bagi keutuhan Bangsa dan Negara, PMII akan turun dan berada di depan.

“Kita sangat menghormati kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat Hanya saja ketika kebebasan yang ada justru malah dilakukan bersamaan dengan menimbulkan kerusakan sosial yang serius, maka PMII akan menjadi garda terdepan menentang gerakan pemecah-belah itu,” tegasnya.

Oleh karena itu, seraya menambahkan Adlin mengatakan, Maka dari itu PMII Asahan menolak kegiatan Deklarasi #2019GantiPresiden di Asahan, demi kondusifitas kamtibmas di Asahan, khusunya Kota Kisaran. Dia juga menolak segala bentuk isu agama untuk kepentingan politik yg dapat memicu perpecahan di masyarakat dan Meminta kepada Polres Asahan agar tidak menerbitkan/mengeluarkan izin.

“Bukan karena kami pro Jokowi atau sebagainya. Tapi siapapun yang ingin melakukan upaya pecah-belah bangsa, maka ini adalah musuh kita semua,” tutupnya. (TIM)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
0
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
1
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...