Ketua PC PMII Asahan Pertanyakan Legalitas PKC PMII Sumut

385

MITRAKITANEWS.COM, Asahan – Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Asahan Periode 2018 – 2019 Adlin Panjaitan mempertanyakan legalitas PKC PMII Sumut yang telah terbentuk.

Adlin menilai, ketua terpilih PKC PMII sumut telah gagal membentuk formatur dari delegasi cabang se-Sumut. Karena menurut Adlin, dalam AD/ART dijelaskan bahwa dalam syarat pengajuan SK untuk memilih kepengurusan harus berdasarkan Rapat Formatur.

“Jadi tim formatur harus dipilih dalam KONKORCAB sebagai delegasi dari cabang yang ada di Sumatera Utara,” kata Adlin Panjaitan di Kantor NU Asahan pada hari Minggu (14/10/2018).

Kemudian Yang mengejutkan, lanjutnya lagi, sampai saat ini sudah terbentuk kepengurusan baru tanpa ada pembentukan tim formatur dari perwakilan cabang dahulu.

“Entah sadar atau tidak tapi ini sudah tidak wajar, sangat miris. Apa karena karena ada permintaaan dan janji kepentingan politik KONKORCAB malah melanggar aturan yang ada di PMII,” pungkasnya.

Adlin juga menambahkan, seharusnya ketua terpilih membentuk Tim Formatur untuk syarat pengajuan SK Kepengurusan yang sesuai dengan AD/ART PMII

“Bukan malah membuat hal-hal lain yang nuansanya menuai kritikan,” sebut Adlin.

Aktivis Muda NU Asahan ini berharap PB PMII dapat menyelesaikan persoalan ini agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tubuh PMII yang dapat menimbulkan mosi tidak percaya dari cabang lain terhadap PKC PMII Sumut.

“Bukan karena saya tidak patuh dan taat pada pimpinan atau sebagainya. Tapi siapapun yang melanggar aturan yang ada di PMII, maka bisa saya pastikan bahwa PMII Asahan akan menjadi garda terdepan menentang itu,” tegas Adlin. (TIM)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
3
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...