Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Paruhum Siregar Dilaporkan Ke Polda

713

MITRAKITANEWS.COM, Pematang Siantar – Direktur Teknik (Dirtek) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtauli Kota Pematangsiantar Paruhum Siregar dilaporkan oleh Barisan Penegak Hukum Indonesia (BPHI) terkait kasus dugaan pemalsuan ijazah.

Hasil penelusuran awak media, sesuai dengan surat pengaduan Barisan Penegak Hukum Indonesia (BPHI) Nomor: 001278/SP/BPHI/B-EKS/X/2018. Jelas terpaparkan bahwa Paruhum Nali Siregar sebagai terlapor atas dugaan penggunaan ijazah palsu.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa saudara Paruhum Siregar sejak tahun 2012 telah menggunakan gelar akademik (SE) sedangkan ijazahnya baru dikeluarkan dua tahun berikutnya, yakni pada November 2014.

Paruhum Siregar yang diketahui saat ini sebagai Direktur Tehnik di Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Uli Kota Pematangsiantar periode 2018-2022.

“Berdasarkan kajian kami dengan adanya dugaan ijazah palsu jabatan tersebut, maka pengangkatan Paruhum Siregar menjadi Dirtek PDAM Tirtauli sudah cacat hukum. Karena jabatan direktur sebuah perusahaan daerah harus sarjana” tutur Ketua BPHI Riswan Hasibuan.

Ridwan Hasibuan juga menjelaskan bahwa laporan tersebut dilayangkan ke Kapolda Sumatera Utara. Ketua BPHI ini juga siap untuk diminta keterangan lebih lanjut dalam menuntaskan kasus ini.

“Berdasarkan seluruh keterangan dan surat yang telah kami sampaikan kepada pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan seluruh tembusan persoalan ini segera diproses dan diberikan hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku” tutur Ridwan.

Menurut Ridwan, pengangkatan Paruhum Siregar yang menggunakan ijazah palsu sebagai preseden buruk dari pemerintah kota Siantar.

“Mengapa pemerintah bisa-bisanya memberikan amanah kepada orang yang menipu? Ini sungguh memalukan bagi pemko dan masyarakat Siantar. Ini menjadi catatan bagi kami BPHI tentang bagaimana buruknya preseden Pemko Pematangsiantar” tegas Ridwan.

Ia juga meminta aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti laporan BPHI dan segera menyelesaikan kasus ini.

“Kepada pihak kepolisian, kejaksaan dan penegak hukum lainnya, kami mendesak agar laporan kami segera ditindaklanjuti, jangan hanya didiamkan” tutupnya. (PrTIM)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
0
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...