Poldasu Diminta Turun Tangan Atasi Maraknya Penampungan CPO & Carnel Ilegal Di Asahan Dan Batubara

765

MITRAKITANEWS.COM, Asahan – Pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara diminta segera turun tangan untuk melakukan pemberantasan terhadap kegiatan penampungan CPO dan bahan – bahan hasil olahan industry kelapa sawit lainnya seperti inti sawit (carnel, red) dan cangkang, yang dilakukan secara illegal di sejumlah tempat yang tersebar di sepanjang Jalinsum Kabupaten Asahan dan Batubara.

Desakan tersebut disampaikan Ketua LSM Pedas (Peduli Asahan) Safri Yus kepada sejumlah wartawan di Kisaran, Jum’at (30/11/2018), baru – baru ini, menyikapi masih tetap suburnya kegiatan penampungan illegal hasil olahan industry kelapa sawit tersebut ditengah kondisi lemahnya harga jual kelapa sawit saat ini.

Dikatakannya, tekanan terhadap industry minyak sawit mentah ( Crudle Palm Oil / CPO) Indonesia ternyata tidak hanya berasal dari factor eksternal seperti lesunya permintaan ekspor dan terus menurunnya harga jual dipasaran dunia saja, tetapi juga berasal dari dalam negeri sendiri yaitu masih maraknya kegiatan penampungan minyak CPO secara illegal yang tumbuh subur di sepanjang jalan lintas sumatera khususnya di wilayah Kabupaten Asahan dan Batu Bara.

Karena berdasarkan hasil investigasi dan pendataan yang dilakukan LSM Pedas diketahui di sepanjang jalinsum Kabupaten Asahan dan Batu Bara terdapat setidaknya sebanyak 13 titik lokasi penampungan CPO dan inti sawit serta cangkang illegal. Ke 13 titik tersebut sebanyak 7 titik berada di Asahan yaitu gudang penampungan CPO illegal berkedok Ramp penampungan kelapa sawit di Jalinsum Sei Piring – Pulau Rakyat, tepatnya di Dusun IV Desa Rahuning Induk, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan. Informasi yang diperoleh dari warga setempat gudang penampungan CPO illegal ini beroperasi di atas tanah milik keluarga Haji Hasan Panjaitan warga setempat.

Kemudian gudang penampungan inti sawit (Carnel, red) Tembok berlin yang berada di pinggir jalinsum Desa Air Teluk Kiri Kec. Teluk Dalam, Gudang penampungan inti Haji Bistut berada di jalinsum Dusun V Desa Air Teluk Hessa Kec. Air Batu, Gudang penampungan CPO illegal di jalinsum Simpang Jadi Jaya, Dusun IV Hessa Perlompongan Kec. Air Batu, gudang penampungan inti sawit dan kayu ekualiptus di RM. Anugerah jalinsum Dusun IV Hessa Perlompongan.

Selanjutnya ada pula gudang penampungan illegal berkedok penampungan cangkang disebut – sebut milik warga bernama Saril yang terletak di jalinsum Desa Hessa Perlompongan Kec. Air Batu dekat simpang gang rukun yang juga menerima inti sawit secara illegal dari Truck pengangkut produksi hasil industry kelapa sawit, serta gudang 24 tempat penampungan inti dan cangkang yang berlokasi di pinggir jalinsum Bunut Barat, Kec. Kisaran Barat, Kabupaten Asahan.

Sementara berdasarkan investigasi yang dilakukan LSM Pedas di wilayah kabupaten Batu Bara juga ditemukan setidaknya 6 titik lokasi yang dijadikan tempat penampungan illegal. Diantaranya Gudang 25 yang menjadi tempat penampungan inti sawit (carnel, red) terletak dipinggir jalinsum Sei Balai Kec. Batu Bara, di daerah jalinsum Petatal terdapat 2 titik lokasi gudang penampungan CPO, di daerah pisang – pisang jalinsum Lima Puluh terdapat 1 titik lokasi penampungan CPO, dan 1 titik lagi terdapat di jalinsum Tanah Gambus, Kabupaten Batu Bara.

Selain itu dari hasil investigasi dan penggalian informasi yang dilakukan LSM Pedas di khususnya di lokasi penampungan CPO ilegal yang berada di pinggir jalinsum Sei Piring, Dusun IV Desa Rahuning Induk, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan diperoleh indikasi adanya perbuatan curang yang dilakukan pihak pengelola untuk dapat menurunkan lebih banyak CPO murni dari mobil Tangki yang masuk ke lokasinya dengan cara menambahkan bahan lain berupa minyak miko (minyak kotor / sisa olahan limbah CPO) ke dalam tangki untuk menutup penyusutan timbangan.

Dilokasi penampungan CPO iIllegal Sei Piring, Dusun IV Desa Rahuning itu untuk menutupi kesusutan timbangan dari mobil tangki pengangkut CPO yang kencing sebanyak 1 atau 2 drum biasanya menggunakan campuran minyak miko (minyak kotor, red) yang diperoleh dari hasil pengolahan daur ulang limbah pabrik kelapa sawit yang dapat dibeli dengan harga murah, urai Safri Yus menambahkan sembari menyampaikan harapannya kepada Bapak Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto kiranya dapat segera memberantas segala bentuk kegiatan penampungan ilegal yang berkaitan dengan hasil industry kelapa sawit mulai dari CPO, inti sawit, maupun cangkang yang tumbuh subur di sepanjang jalinsum Kabupaten Asahan dan Batu Bara.(Fir)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
0
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
1
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...