Proyek Pengadaan Dan Pemasangan Deleniator Dishub Pemprovsu Amburadul

153

MITRAKITANEWS.COM, Batubara – Satu per satu praktek korupsi, pada paket pekerjaan sejumlah proyek Pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan Nasional, dilingkungan satuan kerja (Satker) Perhubungan Darat Propinsi Sumut.

Pasalnya, pekerjaan pengadaan dan pemasanagan Deleniator di Ruas jalan Sei Bejangkar – Tanjung Tiram Kab Batu Bara Sumatera Utara dikerjakan asal jadi dan layak dipertanyakan sejumlah kalangan.

Menurut salah seorang penggiat Anti Korupsi sekaligus Ketua LSM LPPH-RI Kab Batubara Jasmi Harahap mengatakan, dari awal pekerjaan tersebut (pemasangan Deleniator) sudah layak dipertanyakan. Selain plank proyek yang tidak terpasang, pekerjaan konstruksi sipilnya juga dikerjakan asal jadi.

“Dari awal pekerjaan Deleniator di Sei Bejangkar – Tanjung Tiram ini sudah aneh didalam sistem pekerjaannya, plank tidak terpasang. Selain itu, air yang digunakan juga air selokan dan bukan air bersih, selanjutnya pondasi untuk telapak Deleniator juga tidak menggunakan kerikil,” jelasnya kepada awak MitrakitaNEWS, Senin (10/12/2018).

Jasmi menambahkan, dalam pekerjaan tersebut pihak pelaksana seharusnya mengacu kepada keputusan menteri perhubungan nomor : KM. 3 Tahun 1994 tentang alat pengendali dan pengaman pemakai jalan.

“Jelas mereka bekerja asal jadi tanpa mengacu kepada peraturan menteri perhubungan, sudah jelas dan gamblang aturan terkait pemasangan Deleniator tersebut,” ungkapnya.

Pipa Deleniator tampak tidak simetris

Hal senada juga disampaikan M.Solihin, Ketua LBH Gerak Indonesia. Dia mengatakan, seharusnya pekerjaan yang bersumber dari APBN maupun APBD dikerjaan sesuai aturan. Sehingga hasil dari pekerjaan tersebut dapat dinikmati dan dirasakan oleh seluruh masyarakat dalam waktu jangka panjang.

”Kalau seperti ini model pengerjaannya, yang dapat dipastikan tidak akan bertahan lama, sebab dari konstruksinya saja sudah banyak persoalan,” katanya.

Ketika dikonfirmasi oleh awak media, pekerja pemasangan Deleniator mengatakan mereka hanya bekerja dan disuruh tanpa menyebut nama oleh dan siapa yang memerintahkan mereka.

”Kami hanya kerja bang, orang medan punya ni,“ jawabnya singkat.

Sampai berita ini di muat, belum ada klarifikasi dari yang bersangkutan terkait pekerjaan pemasangan Deleniator tersebut. Namun didalam RUP Pemprovsu terdapat pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Delineator Lintas Termasuk Supervisi dengan Pagu Rp 238.197.182 di Ruas Jalan Sei Bejangkar – Tanjung Tiram dengan Kode RUP 18249466. (JN)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
0
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...