Koalisi Mahasiswa Pemuda Dari Asahan Merekomendasikan Untuk Tidak Memilih Kembali DPRD Sumut Dari Kab. Asahan

49

MITRAKITANEWS.COM, Medan – Puluhan Mahasiswa Pemuda tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Pemuda Islam Pejuang Anti Korupsi (KOMPIPAK) yang terdiri dari Gerakan Muda Pejuang Pembaharuan Sumatera Utara (GMP2SU) Asahan, Ikatan Komunikasi Mahasiswa Asahan ( IKMA), Aliansi Mahasiswa Islam Nusantara ( AMIN) Asahan , Gerakan Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi (GEMPAK) Asahan, Gerakan Mahasiswa Pemuda Islam Nusantara ( GEMPIN) Asahan melakukan aksi unjuk rasa damai di depan Kantor DPRD Sumatera Utara terkait adanya dugaan KKN dan Dugaan Penyalahgunaan Kekuasaan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Asahan.

Aksi yang kedua kalinya dilakukan massa KOMPIPAK ini buntut dari tidak ditanggapinya laporan KOMPIPAK pada aksi unjuk rasa yang mereka lakukan di Asahan terkait dengan hal yang sama, yakni dugaan pungutan liar yang harus dibayar rekan kontraktor kepada Dinas Pekerjaan Umum Asahan, dugaan Mark Up anggaran pada anggaran-anggaran pekerjaan di beberapa titik yang ada di Kabupaten Asahan oleh Dinas Pekerjaan Umum Asahan. Selain itu, adanya proyek pekerjaan yg diduga penuh dengan unsur KKN karena tidak terpasang plang papan proyek pada kerjaan yang sedang dijalankan.

Massa yg melakukan aksi didepan Kantor DPRD-Sumatera Utara meminta kepada DPRD Sumut perwakilan dari Asahan, agar menolong rakyat, dengan segera membetuk Tim Khusus, atau pengawasan pembangunan pada Dinas Pekerjaan Umum Kab. Asahan.

“Rakyat sudah menjerit terkesan tidak di perhatikan. Ternyata koruptor yang sudah merajalela di Kabupaten Asahan,” ujar Rahman Syahputra Sirait.

Ketika diminta tanggapan oleh massa aksi, seorang perempuan yang mengatakan sebagai Humas DPRD Sumatera Utara mengatakan bahwa tidak ada perwakilan yang bisa menyambut rekan-rekan mahasiswa dan pemuda karena sedang melakukan kunjungan tugas. Mendengar alasan tersebut, perwakilan KOMPIPAK berang dan mengatakan sikap tidak percaya dengan DPRD Sumut khususnya Perwakilan Asahan.

“Itu sudah menjadi alasan yang sering kami dengar, kami kira kami bisa sedikit berharap kepada perwakilan kami dari Asahan untuk menindaklanjuti dan berperan aktif mengenai permasalah di Dinas Pekerjaan Umum Kab. Asahan, rupanya kami datang ketempat yang salah,” ujar Rahman dengan penuh rasa kecewa.

“Kami merekomendasikan untuk masyarakat Asahan jangan memilih kembali DPRD perwakilan Asahan karena tidak bejus dan tidak mampu mengakomodir dengan baik permasalahan yang terjadi di Asahan,” teriaknya tegas.

Merasa tidak ditanggapi massa aksi melanjutkan demo ke Poldasu dan Kejatisu. (RevL)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
0
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...