Diduga Melakukan KKN, Kadis PU Asahan Didemo Koalisi Mahasiswa Pemuda

80

MITRAKITANEWS.COM, Asahan – Puluhan Mahasiswa Pemuda tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Pemuda Islam Pejuang Anti Korupsi (KOMPIPAK) yang terdiri dari Gerakan Muda Pejuang Pembaharuan Sumatera Utara (GMP2SU) Asahan, Ikatan Komunikasi Mahasiswa Asahan ( IKMA), Aliansi Mahasiswa Islam Nusantara ( AMIN) Asahan , Gerakan Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi (GEMPAK) Asahan, Gerakan Mahasiswa Pemuda Islam Nusantara ( GEMPIN) Asahan melakukan aksi unjuk rasa damai di depan Kantor DPRD Sumatera Utara, Polda Sumatera Utara dan Kejaksaan Tinggi Negeri Sumatera Utara terkait adanya dugaan KKN dan Dugaan Penyalahgunaan Kekuasaan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Asahan.

Aksi yang kedua kalinya dilakukan massa KOMPIPAK ini buntut dari tidak ditanggapinya laporan KOMPIPAK pada aksi unjuk rasa yang mereka lakukan di Asahan terkait dengan hal yang sama, yakni dugaan pungutan liar yang harus dibayar rekanan kepada Dinas Pekerjaan Umum Asahan, dugaan mark up anggaran pada anggaran-anggaran pekerjaan di beberapa titik yang ada di Kabupaten Asahan oleh Dinas Pekerjaan Umum Asahan, serta proyek pekerjaan yg diduga penuh dengan unsur KKN karena tidak terpasang plang proyek.

Massa yang melakukan aksi didepan Kantor DPRD-Sumatera Utara meminta kepada DPRD Sumut perwakilan dari Asahan, agar menolong rakyat, dengan segera membetuk Tim Khusus, atau pengawasan pembangunan pada Dinas Pekerjaan Umum kab. Asahan.

“Rakyat sudah menjerit terkesan tidak diperhatikan. Ternyata koruptor sudah merajalela di Kabupaten Asahan,” ujar Rahman Syahputra Sirait.

Ketika diminta tanggapan oleh massa aksi, seorang perempuan yang mengatakan sebagai Humas DPRD Sumatera Utara mengatakan bahwa tidak ada Perwakilan Yang bisa menyambut rekan-rekan mahasiswa dan pemuda karena sedang melakukan kunjungan tugas. Mendengar alasan tersebut perwakilan KOMPIPAK berang dan mengatakan sikap tidak percaya dengan DPRD Sumut khususnya Perwakilan Asahan.

“Itu sudah menjadi alasan yang sering kami dengar, kami kira kami bisa sedikit berharap kepada perwakilan kami dari Asahan untuk menindaklanjuti dan berperan aktif mengenai permasalahan di Dinas Pekerjaan Umum Kab. Asahan, rupanya kami datang ketempat yang salah,” teriak Rahman dengan kesal.

Rahman pun meminta kepada masyarakat masyarakat Asahan untuk tidak memilih kembali DPRD perwakilan Asahan karena dia menganggap DPRD Sumut perwakilan Asahan tidak bejus dan tidak mampu mengakomodir dengan baik permasalahan yang terjadi di Asahan.

Selanjutnyan, puluhan massa aksi melanjutkan aksi nya di depan Makopoldasu. KOMPIPAK meminta kerjanyata Kapolda Sumut untuk memberantas Koruptor di Asahan dikarenakan banyaknya temuan dugaan korupsi di Dinas Pekerjaan Umum kab. Asahan.

“Kami meminta Kapolda melalui Dir reskrimsus melakukan pemeriksa pembangunan yang dikerjakan Dinas PU Asahan khususnya kecamatan Meranti dan Sei Kepayang,” ujar Rahman Syahputra Sirait.

Ketika diminta tanggapan oleh massa aksi, Kapolda Sumut yang diwakili oleh humas Poldasu Kompol R.Silaen mengucapkan terimakasih kepada peserta aksi yang telah membantu memantau dan melalukan kontrol sosial di Kab. Asahan.

“Ini akan saya sampaikan kepada bapak Kapolda dan kami akan tindaklanjuti serta meminta kerjasama kepada adik-adik, kami juga akan melakukan kerjasama melalui Direskrimsus dengan Polres Asahan untuk segera menyelidiki aspirasi yang menjadi Laporan adik-adik mahasiswa,” ujarnya.

Mendengar tanggapan tersebut, orator mengatakan akan terus bersinergi dengan Kapolda untuk memberantas kasus-kasus dugaan korupsi di Kab. Asahan.

“Kami berharap agar secepatnya apa yang menjadi laporan kami untuk segera ditanggapi,” pinta Rahman Syahputra Sirait kepada Poldasu.

Merasa puas, masa aksi melanjutkan aksi unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi Negeri Sumatera Utara dan meminta Kejatisu harus terus menunjukkan eksistensinya terhadap persoalan penegakan hukum.

“Kejatisu harus segera memeriksa Kadis PU Asahan dan jajarannya, karena kerap pembangunan jalan hanya mulus bekisar waktu 3 bulan, terkhusus Kecamatan Meranti dan Sungai Kepayang,” ujar Rahman Syahputra Sirait.

Perwakilan Kepala Kejaksaan Tinggi Negeri Sumatera Utara, Sumanggar Siagian, Kasi Penkum mengatakan sangat mengapresiasi kedatangan Mahasiswa dan Pemuda dari kab. Asahan, dan akan menindaklanjuti apa yang sudah menjadi tuntutan massa dalam aksi tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Rahman Syahputra Sirait mengatakan akan segera menambah data untuk melengkapi apa yang menjadi tuntutan massa dan meminta agar segera memeriksa kepala dinas Pekerjaan Umum Kab. Asahan.

“Kami juga akan melakukan aksi lanjutan jika apa yang menjadi tuntutan kami tidak ditindaklanjuti dengan baik,” ujar Rahman.

Selanjutnya aksi ditutup dengan membubarkan diri masing-masing dan dikawal oleh personel Kepolisian Kota Medan. (RevL)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
0
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...