‘Es Gak Beres’ Asal Asahan Masuk Babak Final SATU Indonesia Award 2021

86

MitrakitaNEWS | Asahan – Jatuh bangun di dunia usaha, bagi Yudi menjadi tantangan yang harus dilewati sebelum akhirnya berdiri di level kesuksesan. Satu per satu kegagalan dijadikannya guru terbaik sebelum akhirnya ia berada di puncak keberesan dengan branding ‘Es Gak Beres’ (EGB).

Kini, pemuda 32 tahun pemilik nama lengkap Yudi Efrinaldi ini kembali tertantang mencoba membereskan peruntungan pada kompetisi penganugerahan apresiasi kepada generasi muda yang berkontribusi positif bagi masyarakat di bidang wirausaha.

Sejauh ini, Yudi dengan branding ‘Es Gak Beres’-nya telah sampai pada babak final setelah sebelumnya berhasil melangkah jauh menyisihkan belasan ribu peserta dari berbagai seantero nusantara lewat Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards tahun 2021.

“Mulanya saya tidak sangka bisa sejauh ini. Berkat dukungan dan support dari banyak pihak, Alhamdulillah Es Gak Beres bisa maju hingga babak final. Mohon dukungan dan doanya,” kata pengusaha yang kini sudah memiliki hampir 500 mitra cabang di Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah itu saat berbincang bersama wartawan, Selasa (5/10/2021).

Yudi mengaku, mulanya tak pernah berfikir untuk sukses berwirausaha. Latar belakangnya sebagai pegawai honorer membuat ia belajar secara otodidak dan mencoba peruntungan di dunia usaha makanan, belajar secara otodidak di Youtube, menggabungkan berbagai inspirasi jualan unik dan menarik.

“Memang awalnya mencoba dulu itu mulai dari jualan bubur ayam pinggir jalan, pisang goreng krispi, sampai menggagas ojek online pertama di Kisaran (Kijek). Terakhir rejekinya di sini, (es gak beres),” kata dia.

Lewat ‘Es Gak Beres’ dia bisa meraup omset ratusan juta per bulan lewat penjualan bahan baku ke mitra cabang. Bahkan, hasil pengembangan cabang Es Gak Beres bahkan dapat digunakan untuk membangun sebuah Cafe dan Resto pada Desember 2020 lalu.

Cafe ini juga menjadi salah satu upaya Yudi untuk mempertahankan merek agar dapat berkembang dan bertahan lebih lama lagi. Perkembangan usaha ini, kata dia juga telah membantu mempekerjakan 40 orang karyawan di bidang produksi bahan baku dan 10 orang untuk pengelolaan Cafe dan Resto.

Berkompetisi di SATU Indonesia Award, Yudi sudah menjalani seleksi ketat oleh dewan juri selama enam bulan, hingga akhirnya terpilih 2 finalis bidang kewirausahaan bersama Benny Santoso seorang pengusaha tempe asal Bali.

Untuk diketahui, apresiasi SATU Indonesia Awards merupakan penganugerahan kepada anak bangsa yang tidak kenal lelah berkontribusi bagi masyarakat, rela mengorbankan kepentingan pribadinya demi mewujudkan perubahan positif bagi lebih banyak orang.

Mereka terpilih sebagai 22 finalis merupakan anak muda yang senantiasa berkontribusi bagi masyarakat melalui lima bidang, yaitu Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, Teknologi serta satu kategori kelompok yang mewakili kelima bidang tersebut. Astra juga kembali memberikan tambahan kategori apresiasi khusus kepada para pejuang tanpa pamrih di masa pandemi COVID-19.

Kini, kamu bisa berperan serta membantu Yudi Efrinaldi dalam voting finalis SATU Indonesia Award Astra 2021 kategori kewirausahaan. Silahkan klik link https://www.satu-indonesia.com/SIA2021Vote/ untuk registrasi melalui email dan vote Yudi sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap perjuangan wira usaha yang dilakukannya. (Perdana)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
0
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...