Ada Sekolah Beratap Langit di Sidempuan, Kepala Ombudsman Sumut Kaget dan Merasa Malu

156

MitrakitaNEWS | Medan – Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumut Abyadi Siregar mengaku kaget tentang adanya sekolah beratap langit di Kota Padangsidempuan.

Karena itu, Abyadi telah berkoordinasi dengan pemangku kekuasaan di Kota Padangsidempuan perihal gedung sekolah yang beratapkan langit tersebut.

“Saya tadi sudah mengirim link berita (Di Padangsidempuan Ada Gedung Sekolah Tampak Beratapkan Langit) itu ke WhatApps Wakil Walikota Padangsidempuan. Saya kirim juga ke WhatApps Walikota Padangsidempuan. Tapi sayang, nomor WA-nya Pak Walikota yang ada sama saya, tidak aktif lagi,” ujar Abyadi menanggapi pemberitaan media online yang menyebutkan Di Padangsidempuan Ada Gedung Sekolah Tampak Beratapkan Langit, Jumat, (8/10/2021).

Lebih lanjut Abyadi menjelaskan, tujuannya ialah untuk berkoordinasi dengan pemangku kekuasaan di Kota Salak tersebut.

“Tentu tujuan saya mengirim link berita itu kepada kedua pemangku kekuasaan eksekutif di Kota Padangsidempuan itu, untuk berkoordinasi terkait kondisi gedung sekolah yang sangat memprihatinkan tersebut. Jujur saja, saya kaget luar biasa mengetahui informasi bahwa masih ada gedung sekolah yang beratapkan langit (tanpa atap) di Kota Padangsidempuan. Saya enggak tau, apakah kedua pemangku kekuasaan eksekutif di Padangsidempuan (walikota dan wakil walikota) itu tidak merasa malu di daerah yang mereka pimpin masih ada sekolah yang gedungnya beratapkan langit,” jelas Abyadi.

Jujur saja, sebutnya, ia merasa malu, meski bukan berasal dari Kota Padangsidempuan.

“Jujur saja. Saya saja yang bukan orang Sidempuan (yang hanya pernah tinggal satu tahun di Padangsidempuan karena sekolah), merasa malu mengetahui bahwa di Kota Padangsidempuan masih ada sekolah beratapkan langit. Sebagai sebuah kota yang tergolong maju, rasanya tidak mungkin lagi ada sekolah dengan kondisi fisik seperti itu. Tapi faktanya, ini terjadi di Padangsidimpuan. Luar biasa,” sebut Abyadi.

Ketika melihat kondisi seperti ini, kata Abyadi, kita sebagai masyarakat sangat wajar bila berpraduga macam-macam kepada Pak Walikota.

“Apa yang dikerjakan Pak Walikota selama ini? Masa begitu tega membiarkan anak-anak belajar beratapkan langit? Masa selama sekian lama menjabat, tidak bisa mengalokasikan anggaran untuk membangun sekolah itu?,” kata Abyadi.

Dalam kesempatan ini, tegas Abyadi saya ingin menggugah hati nurani Pak Walikota dan Wakil Walikota yang paling dalam, agar terketuk hatinya untuk tidak tega membiarkan anak-anak belajar di gedung tanpa atap. Yang bila matahari bersinar anak-anak didik akan kepanasan. Dan bila hujan datang, proses belajar mengajar anak anak akan terhenti.

“Karena itu, saya meminta agar walikota segera memperbaiki sekolah tersebut dengan memasang atapnya,” tegas Abyadi.

Informasi sebelumnya, kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 200218, Jalan Melati Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidempuan Selatan, Kota Padangsidempuan tidak seperti sekolah umumnya yang memiliki gedung ruangan berdinding tembok, kursi, lemari di setiap kelas. Sehingga nyaman untuk belajar.

Pasalnya, atap bangunannya beratap langit. Meski demikian, gedung tersebut masih digunakan para siswa dan guru sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. (rks)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
0
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...