Padahal Sudah Damai, Hakim PN Kisaran Tetap Vonis 3 Tahun Kuasa Hukum Ajukan Banding

2.231

MitrakitaNEWS | Asahan – Majelis hakim PN Kisaran memberikan vonis terhadap terdakwa Santoyo Adiyasa seorang karyawan perusahaan pada kasus  penggelapan uang milik perusahaan.

“Terdakwa atas nama SA divonis 3 tahun penjara, dengan pasal 374 KUHP,” ungkap Majelis Hakim Nelson Angkat, saat sidang putusan di Pengadilan Negeri Kisaran, Kamis (17/2/2022).

Mendengar putusan yang dibacakan majelis hakim kuasa hukum terdakwa, Ikhwan Fahroji langsung menyatakan banding.

Menurut Ikhwan Fahroji putusan  tersebut dianggap mengingkari fakta persidangan. Sebab sebelumnya pihak terkait besama kliennya sudah melakukan perdamaian dan dicatat di dalam notaris.

“Putusan ini mengingkari fakta persidangan, karena itu kami langsung menyatakan  banding,” ujarnya.

Menurutnya hal yang paling membingungkan dari putusan tersebut adalah tidak dipertimbangkannya hasil kesepakatan dalami  yang dituangkan dalam perjanjian perdamaian, tertanggal 8 Juli 2020 yang dilegalisasi Notaris dan pemulihan kerugian secara lunas sebesar Rp 6,5 M yang telah terjadi antara terdakwa dengan PT ARP sebagai korban.

Namun,  pada 13 Agustus 2020 kasus tersebut dilaporkan kembali ke Polres Batubara, hingga berlanjut ke persidangan.

“Putusan ini aneh, karena perjanjian damai tersebut juga memuat perbuatan yang didakwakan kepada terdakwa dan terdapat klausula apa yang ditemukan di kemudian hari setelah ditandatanganinya perjanjian ini dianggap selesai dan PT ARYA RAMA PERSADA berjanji tidak akan melakukan upaya hukum apapun baik pidana maupun perdata,”jelas Ikhwan Fahroji.

Namun, kesepakatan perdamaian yang ditandatangani oleh para  pihak hingga pengembalian uang kerugian korban tidak menjadi pertimbangan majelis hakim, walaupun saksi Direktur PT ARYA RAMA PERSADA mengakui adanya perjanjian perdamaian dan ketentuan di dalamnya, serta adanya pengembalian tersebut.

“Dengan putusan tersebut kami nyatakan banding,” tegasnya. (Nanda)

Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...