Yogi Ginting dan Masa Depan DPD IMM Sumut Jelang Musyda ke-XIX

71

MitrakitaNEWS | Asahan – IMM tak boleh hilang arah. Landasan gerakannya beraqidah Islam dan bersumber As-Sunah. Kelahirannya penuh dengan sarat sejarah menjadikan dia sebagai rumah besar bernaungnya intelektual kaum ‘jas merah’. Rahim dari Muhammadiyah.

Selepas Ashar, di sebuah warung kopi dibilangan di jantung Jalan kota Kisaran, pada Selasa (12/10/2021), sekelompok orang duduk menikmati pesanan minumnya masing-masing dalam satu meja yang tersusun panjang. Diantara mereka mulai berkisah. Sesekali terdegar gelak tawa. Suasana cair sekali hingga akhirnya seseorang yang paling – muda diantara kelompok itu buka suara.

“Ikhtiar dan hati sudah mantap bang. Insya Allah akan maju. Mohon doa dan dukungan orang abang – kakak,” kata Yogi Rahman Feriza Ginting.

Dia yang menginisiasi mengumpulkan beberapa alumni pada pertemuan tersebut dan seketika menjadi sentral pembicaraan terkait hajat besar yang akan dia hadapi.

Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sumatera Utara (Sumut) akan menggelar musyawarah daerah (Musda) XIX di Langkat pada 15-17 Oktober 2021 mendatang.

Berkenaan dengan itu, Yogi Ginting yang hari ini masih aktif menjabat sebagai ketua Cabang IMM Asahan – Tanjungbalai, punya semangat mengarungi kompetisi di pucuk pimpinan organisasi tingkat daerah Sumatera Utara dan telah mendaftar menjadi bakal calon ketua umum.

“Kalau niat dan ketetapan hati sudah dimantapkan. Bismillah-kan saja. Dukungan penuh dari alumni pasti kita berikan,” kata Fahrul Rizal, ketua Forum Komunikasi Alumni (Fokal) IMM Asahan, yang berturut turut diamini deretan alumni lainnya seperti Yasir Ul Haque, Ibnu Azhar Saragih, Anda Suhendra Rambe, Fahrul Simangunsong, hingga Dianti Novita Marwa.

“Mau jadi ketua IMM Sumut, rupanya adinda bisa apa?,” kelakar seorang alumni yang mulai ‘merotan’ halus Yogi.

Yogi tak gentar. Dengan santun, kader yang saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa aktif di Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini berupaya mengurai jawab setiap pertanyaan.

Sebagai ketua cabang yang saat ini masih menjabat, Yogi mengerti betul kegelisahan yang dia rasakan selama satu periode kepemimpinan pengurus DPD IMM Sumut belum maksimal memberikan pembinaan dan menjalin kooridinasi yang baik di tingkat cabang.

“(Pengurus) Yang dilihat sekarang ini memang belum optimal. DPD IMM Sumut ini harusnya punya peran strategis serta aksi nyata menyentuh hingga tingkat cabang dalam rangka menjalankan tujuan IMM,” kata dia.

Yogi sebenarnya tak ingin sesumbar jika nantinya mendapat amanah dan kepercayaan dari pemilik suara pada Musyda IMM Sumut. Namun salah satu harapan terbesarnya jika amanah tersebut dipegang dia telah berfikir untuk memberikan memfasilitasi beasiswa S2 kepada ketua di Pimpinan Cabang IMM Sumut.

“Kader-kader terbaik IMM di Sumatera Utara ke depan harus dipersiapkan menjadi kader yang siap secara intelektual dan beres secara akademisi. Salah satunya mempersiapkan pimpinan cabang untuk mendapat fasilitas pendidikan S2,” beber dia.

Mimpi lain di masa depan yang akan diwujudkan Yogi salah satunya dengan mempersiapkan lahan gedung dakwah IMM Sumut dimana akan menjadi labolatorium kader –kader IMM di Sumatera Utara dalam rangka mempersiapkan diri menjadi kader umat, persyarikatan dan bangsa.

“Tentu saja, harapan-harapan ini tidak akan bisa terwujud sendiri. Butuh dukungan dari seluruh alumni, para senior untuk membesarkan IMM,” kata Yogi yang sampai saat ini terus membangun komunikasi dengan kader maupun alumni di Sumatera Utara.

Terpisah Affandi Affan, Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan Affandi Affan kader PC IMM Asahan yang saat ini berkiprah di Jakarta turut menyatakan dukungannya terhadap Yogi di pentas Musda nanti.

“Ini tanggung jawab moral bagi saya, sebagai sesama kader yang di lahirkan dari rahim IMM Asahan. Maka, tidak ada alasan bagi saya untuk tidak mendukung penuh Yogi maju sebagai calon ketua umum DPD IMM Sumut,” tegas dia.

Sebelum adzan magrib dan matahari hilang di ufuk barat, kami merasa waktu lebih cepat bergulir dari biasanya. Semua pulang dengan kepala tegak, menaruh harap pada Yogi yang kelak akan mengukir tombak sejarah. (perdana)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
0
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...