Polda Sumut Naikan Status Kasus Kerangkeng Bupati Langkat Nonaktif

286

MitrakitaNews | Medan-Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut menaikkan status penyelidikan menjadi penyidikan kasus kerangkeng Bupati Langkat nonaktif.

Oleh sebab itu, Ditreskrimum terus mendalami kasus dugaan tewasnya penghuni kerangkeng yang berada di areal rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin.

Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengatakan penyidik Ditreskrimum Polda Sumut telah menaikan status penyelidikan menjadi penyidikan kasus kerangkeng Bupati Langkat nonaktif tersebut berdasarkan hasil gelar perkara.

“Hasil gelar Perkara Penyidik menaikan dari penyelidikan ke penyidikan atas dasar dua laporan Polisi (LP) Nomor : LP/A/263/2022/SPKT POLDA SUMUT, tanggal 10 Feb 2022, korban aatas nama Sarianto Ginting dan laporan Polisi Nomor : LP/A/264/2022/SPKT POLDA SUMUT, tanggal 10 Feb 2022, korban atas nama Abdul Sidik Isnur alias Bedul,” ujar Hadi, Rabu, (2/3/2022).

Lebih lanjut Hadi mengungkapkan, naiknya status penyidikan itu setelah Ditreskrimum Polda Sumut melakukan rangkaian Penyelidikan dan gelar perkara pada Sabtu 26 Februari 2022 dengan memeriksa lebih dari 70 saksi termasuk Bupati Langkat nonaktif itu sendiri dan keluarga terdekatnya.

Juru bicara Polda Sumut itu menuturkan beberpa waktu lalu melakukan pembongkaran kedua makam atas nama Sarianto Ginting dan atas nama Bedul seta melakukan olah TKP, menyita sejumlah barang bukti diantaranya surat pernyataan, kursi panjang terbuat dari kayu tempat memandikan jenazah, gayung untuk memandikan jenazah, kain panjang motif batik, tikar plastik dan selang kompresor

“Ekshumasi (pembongkaran) terhadap makam Sarianto Ginting sebagaimana dituangkan dalam Visum Et Repertum (VER): 01/II/2022/RS BHAYANGKARA, Tanggal 12 Februari 2022,” ungkapnya.

Pelaksanaan ekshumasi, sebut Hadi dilaksanakan pada Sabtu 12 Februari 2022 dengan hasil sebagaimana dituangkan dalam Visum Et Repertum (VER): 02/II/ 2022/ RS BHAYANGKARA, Tanggal 12 Februari 2022.

Saat ditanya apakah ada yang sudah ditetapkan tersangka, Kabid Humas menegaskan dengan naiknya status, akan ada potensi pentapan tersangka.

“Tentu naiknya status penyidikan ini akan ada potensi penetapan itu (tersangka). Karena itu, percayakan kasusnya kepada kami (Polda Sumut). Kami akan bekerja secara transparan dan profesional,” tegas mantan Kapolres Biak Numfor, Papua ini.

Sebelumnya, terkait temuan kerangkeng tersebut, penyidik Direktorat Polda Sumut memeriksa Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin selama 9 jama di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta.

Hal itu dilakukan menindaklanjuti temuan kerangkeng di kediaman Terbit Rencana Peranginangin, Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada awal Januari 2022 lalu. (rks)

Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...