Dewi Sartika Mahasiswa FKIP UNA Terpilih Sebagai Duta Kosmetik Aman BPOM

175

MitrakitaNEWS | Asahan – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM RI) melalui programnya melakukan ajang pemilihan Duta Kosmetik Aman wilayah Kota Tanjungbalai pada tanggal 23 dan 27 Mei 2022 yang digelar di Hotel Antariksa Kisaran.

Pemilihan Duta tersebut dimulai dari penjaringan daerah hingga akhirnya dilakukan secara Nasional di Jakarta. Pemilihan Duta Kosmetik ini diikuti dari lima Kabupaten/Kota seperti Tanjungbalai, Asahan, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu dan Labuhan Batu Selatan.

Dewi Sartika mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Asahan (UNA) ini ditetapkan sebagai Duta Utama/Terbaik I dalam ajang pemilihan tersebut.

Rektor Universitas Asahan Prof. Dr. Tri Harsono, M.Si ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa mahasiswanya terpilih menjadi Duta Kosmetik Aman BPOM perwakilan Kota Tanjungbalai Sumatera Utara Tahun 2022.

Rektor UNA berterima kasih kepada BPOM Kota Tanjungbalai yang telah memberikan kepercayaan kepada mahasiswa untuk menjadi Duta Kosmetik yang dapat membantu menjalankan Program BPOM nantinya.

“Semoga Dewi Sartika dapat menjaga nama baik Almamater dan menyuguhkan yang terbaik bagi BPOM sendiri serta masyarakat khususnya,” kata Rektor.

Program BPOM Goes To School dan Goes To Campus ini melibatkan para siswa dan mahasiswa yang ikut berkompetisi di ajang pemilihan Duta Kosmetik Aman.

Sebanyak tiga orang yang ditetapkan menjadi Duta Terbaik I, Terbaik II dan Terbaik III. Para Duta terpilih ini nantinya akan menjalani proses kegiatan yang telah dijadwalkan oleh pihak BPOM untuk nantinya menjadi perwakilan Duta Kosmetik dan Jamu dari Provinsi Sumatera Utara.

Kepala BPOM Kota Tanjungbalai Denny S. Purba dalam sambutannya mengakatan, Program BPOM Goes To School dan Goes to campus ini kira dapat menghadirkan para Duta yang mampu mengedukasi pemakaian Kosmetik secara aman dan sehat mereka yang nantinya menjadi penghubung program BPOM kepada seluruh masyarakat secara langsung maupun melalui akun media-media sosial mereka.

“Bahwa dalam penggunaan obat-obatan dan makanan harus menjadi prioritas masyarakat dalam mengonsumsi yang telah mendapat persetujuan BPOM sehingga diharapkan masyarakat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” terang Deny.

Sementara itu, Tarida Ilham Manurung yang juga dosen sekaligus Pembina Dewi Sartika ketika dikonfirmasi berharap bahwa Dewi Sartika dapat lebih berkembang lagi melalui event yang djadakan oleh BPOM tersebut. Serta dapat terlibat aktif dalam menjalankan program yang telah ditentukan sehingga dapat mewujudkan cita menuju Indonesia sehat dan cerdas.

“Saya bangga dengan Dewi Sartika sudah mengharumkan nama Universitas Asahan. Tentunya ini dapat dijalankan dengan baik,” terang Dosen FKIP UNA itu. (D. Erianda)

Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...