Emak-Emak Geruduk Kantor Desa Danau Sijabut, Tuntut Copot Kadus Pungli BLT

194

MitrakitaNEWS | Asahan – Emak-emak di Desa Danau Sijabut, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan menggeruduk kantor desa, Kamis (1/9/2022). Kedatangan emak-emak tersebut menuntut Kepala Desa (Kades) agar segera mencopot Kepala Dusun (Kadus) yang sudah melakukan pungutan liar (Pungli) atas Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa.

“Kadesnya diam saja, kami menilai Kades menutupi kejahatan Kadus yang lakukan pungli, padahal sudah tertangkap basah si Kadus mengutip uang BLT,” kata seorang ibu paruh baya saat melakukan aksi protes di Kantor Desa atas pungli BLT tersebut.

Para emak-emak ini pun meluapkan kekesalannya dan meminta Kades Danau Sijabut tidak melindungi Kadus-nya yang nakal itu. Diungkapkan salah satu dari mereka, sudah dua kali pendistribusian BLT sepanjang tahun 2022, Kadus meminta biaya ke warga penerima yang diduga sebagai imbal jasa karena namanya direkomendasikan sebagai penerima bantuan.

“Dia yang mendatangi satu-satu warga yang habis menerima itu. Ada yang dikutip 40 ribu sampai 200 ribu,” ujarnya.

Uniknya, dalam aksi demonstrasi tersebut, terdengar teriakan ‘jangan jadikan kerajaan Sambo Didesa ini’ saat mereka meneriaki Kades sembari mengatakan ‘si Sambo aja Jendral bisa dipecat karena buat kesalahan masa Kadus gak dipecat yang melakukan pungutan liar’.

Salah satu tokoh pemuda desa, Lukman Sitorus menjelaskan, upaya warga di dusun V yang meminta Kadus mereka mundur atau dipecat sebenarnya sudah disampaikan beberapa kali ke pihak pemerintah desa hingga meminta bantuan ke Komisi A DPRD Asahan. Namun, kata Lukman, yang bersangkutan tetap tak mau mundur dari jabatannya.

“Bahkan ada dua ratusan lebih warga di Dusun V bikin pernyataan menandatangani supaya dia mundur tapi enggak ditanggapi Kades juga,” kata dia.

Sementraa itu, Kepala Desa Danau Sijabut, Tarimo yang menerima aksi unjuk rasa warganya itu mengaku menampung aspirasi masyarakatnya.

“Kalau pemberhentian itu kan pakai prosedur, ada tahapannya dan peringatan sudah kita sampaikan ke dia. Intinya permintaan masyarakat sudah kita tampung,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak pemerintah desa Danau Sijabut masih melakukan perundingan bersama beberapa warga terkait kebijakan apa yang akan diberikan terkait aksi demo warga itu. (D. Erianda)

Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...