GASAK Serbu Kantor Kajari, Minta Hapuskan Korupsi dan Periksa Bupati Asahan Terkait Dugaan Gratifikasi

270

MitrakitaNEWS | Asahan – Puluhan pemuda Asahan yang Tergabung dalam Gerakan Anak Sumatera Anti Kedzaliman (GASAK) gelar aksi unjuk rasa di Kantor Kajari Asahan, Jumat (2/9/2022).

Puluhan masa aksi tersebut berpenampilan unik dengan mengenakan sarung kain untuk menutupi wajah seperti ninja hatori yang ada di film. Koordinator aksi Azhari Munthe mengatakan bahwa penampilan yang dilakukan itu sebagai tamparan keras kepada Oknum Pejabat Asahan yang diduga menjadi tikus-tikus koruptor di Asahan.

“Setahu kami maling itu menutup wajah seperti ini, tapi hari ini kami menilai maling itu berdasi dan pakaian rapi seperti oknum pejabat di Asahan,” ujar Azhari.

Ia juga mengatakan bahwa hari ini pihaknya mendesak Kajari Asahan agar usut tuntas serta tindak perbuatan korupsi di Kabupaten Asahan terutama kegiatan HUT Asahan ke 74 tahun 2020 dengan pagu anggaran sekitar Rp 600 Juta namun kegiatan tersebut tidak berjalan sebagai mestinya.

“Namun kami baca di LPSE Asahan bahwa kegiatan tersebut ditenderkan, namun kegiatan tersebut tidak terlaksana, akan tetapi uang sudah diterima oleh pihak perusahaan untuk melaksanakan kegiatan tersebut,” cetus Koordinator Aksi.

Dengan tidak terlaksananya kegiatan HUT Asahan ke 74 itu, maka seharusnya uangnya dikembalikan ke dinas terkait, dimana dalam hal ini Dinas Koperindag Asahan. Namun beredar informasi yang diterima oleh GASAK, diduga uang tersebut tidak dikembalikan.

“Kami duga uang itu makan oleh oknum mafia proyek,” pungkasnya.

Tak hanya itu, pendemo juga meminta Kajari Asahan segera memeriksa Bupati Asahan terkait dugaan gratifikasi handphone seharga Rp 36 juta rupiah. Mereka menduga bahwa handphone mahal tersebut merupakan hadiah dimana hal tersebut dapat dikategorikan gratifikasi.

“Kemarin handphone tersebut dikabarkan hilang dan berhasil diamankan pelakunya, namun kami berharap Kajari harus periksa Bupati Asahan, sebab dengan harga handphone tersebut yang sangat tinggi, maka adanya dugaan gratifikasi yang dilakukan,” katanya.

Setelah melakukan aksi unjuk rasa, akhirnya pihak Kejaksaan Negeri Asahan diwakili oleh Kasi Intel J Manalu mengatakan bahwa akan menindak segala bentuk laporan masyarakat terkhusus tindakan Korupsi.

“Tentunya Kajari Asahan bertindak tanpa ada intervensi pihak mana pun,” tutupnya sambari mengatakan bahwa akan melakukan pemeriksaan sesuai laporan masyarakat. (D. Erianda)

BACA JUGA
1 dari 2