PWRI Minta Kecurangan Rekrutmen Dosen UINSU Diusut Tuntas

124

MitrakitaNEWS | Medan – Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) meminta kecurangan rekrutmen dosen non-ASN Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) diusut tuntas.

Penegasan itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PWRI Sumut, Masdar Limbong menjawab sejumlah wartawan perihal dugaan kecurangan rekrutmen dosen non-ASN pada Badan Layanan Umum (BLU) UINSU Tahun anggaran 2021.

“Sangat disayangkan kampus sebesar UIN Sumut rekrutmen penerimaan dosen tetap non-ASN amburadul,” ujar Masdar, Sabtu, (20/11/2021).

Lebih lanjut dijelaskannya, pagi hingga siang hari ini, ia banyak menerima berita yang masuk ke akun pribadinya kiriman dari para wartawan di lapangan terkait kisruh penerimaan dosen tetap non-ASN pada BLU UINSU tersebut.

“Karena itu, menyikapi berbagai polemik yang terjadi pada proses rekrutmen ini, kita mencium adanya aroma mafia-mafia yang coba-coba bermain mencari keuntungan pribadi. Tentu hal ini tidak bisa kita diamkan. Maka dari itu, kita meminta penegak hukum untuk mengusutnya secara tuntas,” jelas Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (APTAIS) Wilayah I Sumatera ini.

Selain itu, kata Masdar, pihaknya meminta Menteri Agama untuk membatalkan seluruh proses rekrutmen dosen BLU di UINSU.

“Dunia pendidikan Islam harus kita selamatkan dari mafia-mafia perusak. Jangan dilakukan pembinaan,” pungkas Ketua Lembaga Perekonomian Nahdatul Ulama Sumut ini.

Desakan yang sama juga sebelumnya disampaikan oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang meminta Menteri Agama membatalkan rekrutmen dosen non-ASN UINSU.

Sebab, seleksi dosen UINSU non-ASN yang digelar tanggal 19 November 2021 diduga tidak profesional.

Ketidakprofesionalan itu semakin dikuatkan dengan adanya kejanggalan pada pengumuman hasil administrasi dan hasil Tes Kompetensi Dasar (TKD) yang dilaporkan oleh salah seorang peserta dari Program Studi (Prodi) Magister Bimbingan Konseling Islam.

Sebagai contoh, pada pengumuman Seleksi administrasi, nama peserta Nurhasanah Harahap tidak tercantum dalam pengumuman administrasi. Namun pengumuman seleksi TKD nama tersebut bisa lulus mengikuti wawancara.

Sebelumnya, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumut, Abyadi Siregar menegaskan, pihakny siap menerima laporan dugaan carut-marut seleksi dosen non-ASN di BLU UINSU.

“Saya kira, bila substansi kasus yang dilaporkan ini benar adanya, maka itu artinya, UINSU sedang mendegradasi UINSU sendiri hingga ke titik terendah sebagai sebuah lembaga pendidikan,” ujar Abyadi.

Sebagai sebuah lembaga pendidikan, kata Abyadi, mestinya harus menjaga nilai-nilai integritas dan kejujuran. Sehingga nilai-nilai keilmuan yang dimiliki sebuah lembaga pendidikan bisa terjaga.

“Tapi kalau ini benar (substansi laporan), ini tentu sesuatu yang sangat memalukan bagi sebuah lembaga pendidikan tinggi,” pungkas Abyadi Siregar.

Penerimaan dosen tetap non-ASN pada Badan Layanan Umum (BLU) UINSU Tahun 2021 ini berdasarkan pengumuman Nomor : 4165/Un.11.R/B.I.Ia/HM.00/11/2021.

Sampai berita ini dikirim ke redaksi, DirJen Pendidikan Tinggi Kementerian Agama belum menerima penjelasan secara resmi. Namun, upaya konfirmasi masih terus dilakukan sehingga persoalan ini menjadi terang benderang. (rks)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
0
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...