Mengapa Gajah Tak Bisa Bertahan Hidup Tanpa Belalai???

148

MitrakitaNEWS | Ragam – Gajah merupakan salah satu hewan purba yang sudah ada sejak ribuan bahkan jutaan tahun lalu. Secara fisiologis, gajah merupakan hewan penghuni ekosistem padang rumput atau sabana. Hewan bioma ini menduduki rantai mankanan kelas herbivora. Secara alami, musuh gajah di alam terbuka adalah sekumpulan harimau atau singa.

Dilansir dari wikipedia, Gajah adalah mamalia besar dari famili Elephantidae dan ordo Proboscidea. Secara tradisional, terdapat dua spesies yang diakui, yaitu gajah afrika (Loxodonta africana) dan gajah asia (Elephas maximus).

Gajah juga dikenal sebagai hewan darat terbesar. Dengan postur tubuh yang tinggi hingga 4 meter dan berat bisa mencapai 7.000 kilogram, hewan-hewan lain cenderung menjaga jarak dari gajah. Bahkan, predator-predator seperti singa, harimau. hyena, dan anjing liar juga enggan mendekati mereka. Biasanya, predator-predator hutan hanya menyerang gajah muda.

Gajah memiliki ciri-ciri khusus yang tidak dimiliki hewan manapun. Ciri yang paling mencolok adalah belalai yang digunakan untuk banyak hal. Tanpa belalai, hewan ini dapat dipastikan tidak akan bertahan hidup. Seperti kejadian beberapa waktu lalu di Aceh Jaya, Provinsi Aceh. Diberitakan, Seekor balita gajah Sumatra yang belakangan viral karena belalainya terputus, akhirnya mati. Anak gajah berusia satu tahun itu kehilangan separuh belalainya karena jebakan pemburu liar.

Balita gajah itu sebelumnya ditinggalkan kawanannya dan ditemukan oleh penduduk desa di Aceh Jaya. Penduduk kemudian membawanya ke lembaga konservasi untuk dirawat.

Sesampainya di lembaga konservasi, balita gajah itu diberikan pertolongan. Namun, akhirnya bayi gajah itu mati dua hari kemudian karena infeksi lukanya.

“Kami tidak bisa menyelamatkannya karena lukanya parah dan terinfeksi,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh, Agus Rianto seperti dilansir dari BBC News pada Sabtu (20/11/2021).

Sebelumnya, kejadian serupa pernah terjadi di Benua Afrika. Dilansir dari National Geographic, kejadian itu terjadi di Taman Nasional Kruger Afrika Selatan. Saat itu seekor bayi gajah kehilangan belalainya tanpa penyebab yang jelas.

Dengan kasus bayi gajah yang mati akibat kehilangan separuh belalainya, kenapa hewan ini tidak bisa hidup tanpa anggota badan tersebut? Simak ringkasan ulasannya yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

Belalai gajah sendiri dikenal dengan nama proboscis. Belalai adalah penggabungan hidung dengan bibir atas, walaupun pada tahap fetus bibir atas dan belalai masih terpisah.

Belalai gajah panjang dan terspesialisasi agar dapat dengan mudah digerakkan. Belalai memiliki kurang lebih 150.000 fasikulus otot, tanpa tulang dan sedikit lemak. Terdapat dua jenis otot yaitu superfisial (di permukaan) dan internal. Otot superfisial terbagi menjadi otot dorsal, ventral, dan lateral, sementara otot internal terbagi menjadi otot melintang dan menyebar. Otot-otot belalai terhubung dengan bukaan bertulang di tengkorak.

Belalai gajah memiliki beberapa fungsi, seperti bernapas, mencium bau, menyentuh, menggapai, dan menghasilkan suara, mandi, memasukkan air ke dalam mulutnya, serta mengambil makanan. Indra penciuman gajah mungkin empat kali lebih sensitif daripada anjing bloodhound. Kemampuan belalai untuk melintir dan melingkar memungkinkan pengambilan makanan, bergelut dengan sesamanya, dan mengangkat beban dengan berat hingga 350 kg.

Belalai gajah dapat pula digunakan untuk menyeka mata dan memeriksa lubang pada tubuh. Dengan belalainya, gajah dapat menjangkau ketinggian hingga 7 m dan menggali untuk mencari air di bawah lumpur atau pasir.

Seorang pakar gajah di Universitas Negeri Colorado mengatakan, gajah juga kerap menggunakan belalainya untuk melakukan kontak sosial. Sederet fungsi ini menjadikan alasan bahwa gajah yang belalainya terputus seperti di Taman Nasional Kruger Afrika Selatan itu kemungkinan besar tidak bisa bertahan hidup. (Red)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
like
Bangga
0
love
Senang
0
haha
Terhibur
0
wow
Terkejut
0
sad
Sedih
0
angry
Marah
0
Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...