Diduga Tak Terima Warung Tuaknya Di Gusur, Sekelompok Orang Serang Rumah Hingga Masjid di Belibis Perumnas Mandala

12.850

 

Mitrakitanews.com – Deli Serdang : Warga Lingkungan Belibis Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan dikejutkan dengan serangan lemparan batu dan kembang api oleh sekelompok warga yang tinggal di jalan Elang Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan atau di sekitaran perlintasan rel Kereta Api pada Jumat malam (24/01/2020) sekitar pukul 20.00 wib.

Akibatnya beberapa kaca Masjid Al Amin dan beberapa rumah warga di Lingkungan Belibis rusak akibat lemparan batu tersebut.

Pasca kejadian, warga sekitar dan luar perumnas Mandala serta Forum Komunikasi Remaja Masjid (FKRM) Perumnas Mandala bersama Forum Umat Islam (FUI) memadati Masjid Al Amin.

Lurah Kenangan, Amirullah Pohan, di lokasi kejadian, pada Sabtu dini hari mengatakan, sebelumnya pada Jumat siang terjadi penggusuran Warung Tuak di sekitaran jalan Elang yang dekat daerah perlintasan rel kereta api oleh pemerintah setempah yang di eksekusi Satpol PP.

Dalam penggusuran tersebut sempat terjadi bentrok antar warga lingkungan Elang dengan Satpol PP, untuk meredam bentrok tersebut pihak pemerintah sempat mengalah mundur.

“Kami sudah beberapa kali menyurati pemilik warung tuak untuk melakukan pembongkaran sendiri atas warung tersebut karena menggangu ketertiban warga sekitar, namun perintah tidak juga dituruti, maka pada jumat 24/01/2020 pemerintah ambil sikap tegas melaksanakan pembongkaran,” di jelaskan Lurah Kenangan Amirullah Pohan saat melakukan mediasi bersama warga di Masjid Al Amin.

Menurutnya, kejadian penggusuran tersebut di duga sebagai pemicu sekelompok orang tersebut melakukan serangan.

“Skelompok orang diduga tidak senang karena usaha saudara mereka di gusur,” lanjutnya.

Saksi mata, Nazir, yang menjadi imam Sholat Isa di Masjid tersebut menuturkan dirinya sempat curiga saat melihat sekelompok orang berkumpul di daerah sekitar jalan Elang dan Belibis, saat dirinya menuju Masjid Al Amin untuk melaksanakan Sholat Isa.

Benar saja, beberapa saat setelah memulai Sholat Isa, ia mendengar suara lemparan yang beberapa diantaranya mengarah ke Masjid tersebut.

Sontak setelah menyelesaikan Sholat berjamaah, ia memberanikan diri untuk melerai bentrokan yang ternyata sudah terjadi antara sekelompok orang tersebut dengan warga lingkungan Belibis.

“Saya coba lerai 2 kelompok yang sudah saling serang, sempat mereda namun lemparan kembali terjadi,” dijelaskan Nazir.

Bahkan dirinya memerintahkan untuk mengkumandangan azan, agar kondisi mereda, namun lagi-lagi hanya sesaat hingga akhirnya warga Belibis di bantu warga lingkungan lainya berhasil memukul mundur kelompok tersebut.

Dari pantauan dilapangan pada pukul 21.20 wib pihak Polrestabes Medan dan Polsek tiba di lokasi kejadian untuk menenangkan massa yang makin memanas.

Terlihat di lokasi kejadian beberapa kaca Masjid pecah dan sebagian rumah warga rusak.

Namun sekitar pukul 23.00, warga bersama FUI mengambil inisiatif mencari pelaku dan menghancurkan warung tuak yang masih ada. Namun dari belakang rumah warga tepatnya di perlintasan kereta api terjadi lagi pelemparan batu, yang berakibat saling serang kembali.

Sekitar pukul 01.00 wib Kapolrestabes Medan bersama dandim 0201/BS tiba di Masjid Al amin dan berkumpul bersama warga dan ormas Islam yang hadir untuk meredakan suasana.

Warga dan massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 01:30 wib setelah mendapatkan kepastian dari Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edison dan Dadim 0201/BS untuk menindak tegas pelaku yang melanggar hukum. (Lutfan)

Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...

Diduga Tak Terima Warung Tuaknya Di Gusur, Sekelompok Orang Serang Rumah Hingga Masjid di Belibis Perumnas Mandala