Drainase Pemerintahan Desa Terbengakalai, Warga Cemas Terjadi Longsor

119

MITRAKITANEWS.COM, Asahan – Proyek Derainase di Jalan Benteng Desa Sipaku Area, Kecamatan Simpangempat Kabupaten Asahan, Provinsi Sumut, sepanjang lebih kurang 300 meter dan lebar lebih kurang 6 meter hingga saat ini masih terbengkalai. Kondisi ini membuat warga yang melewati lokasi proyek merasa cemas karena di daerah ini sering terjadi longsor.

Suwarno bersama sejumlah warga kepada MitrakitaNEWS belum lama ini mengatakan senada, proyek drainase yang ada di Jalan Benteng membuat kami warga disini merasa cemas setiap melewati areal proyek karena disekitarnya rawan longsor.

“Baru-baru ini pas lewat disekitar proyek drainase tersebut dan kebetulan hujan sebelumnya turun, tiba-tiba batang pisang tumbang dan menimpa mobil saya, untungnya batang pisang tersebut tak punya buah, jika sedang berbuah pasti mobil saya ringsek dibuatnya,” ujar Suwarno menjelaskan.

Dikatakannya, diharapkan proyek ini segera diselesaikan pengerjaannya agar tebing yang berada disepanjang dinding derainase dapat tertahan oleh dinding derainase tersebut, sehingga longsor tidak terjadi.Untuk itu kepada Pemerintahan Desa yang disebut sebagai pelaksana proyek ini agar segera menyiapkannya demi ketentraman warga yang melintas dilokasi itu. Terlebih pasar benteng merupakan jalan umum yang setiap saat dilewati warga dan jangan sampai menimbulkan korban.

Suwarno yang juga ketua pimpinan cabang pemuda Muhammadiyah Kecamatan Simpangempat sering juga mendapat keluhan masyarakat terkait proyek tersebut. Terlebih lagi diatas derainase banyak ditumbuhi pepohonan seperti kelapa sawit, pisang dan lainnya, jika dinding derainase tak segera disiampakan, dikhwatirkan tidak ada menahan benteng tempat tumbuhnya pepohonan tersebut dan jika musim hujan seperti saat ini longsor bisa-bisa saja terjadi.

loading...

Terkait dengan proyek derainase yang disebut-sebut sebagai proyek pemerintahan Desa dan pengerjaannya masih terbengkalai. Ketika dikonfirmasikan kepada Kepala Desa Sipaku arya, Paya Harahap Mpd membenarkan bahwa proyek tersebut adalah proyek pemerintahan Desa dan diakuinya masih terbengkalai karena kekurangan dana. Begitu pun ungkap dia akan segera diselesaikan karena tujuan dari proyek tersebut untuk kemaslahatan masyarakat.

“Persoalan mendasar karena kekurangan dana terkait mengenai dana tidak semudah membalik telapak h tangan,”tegasnya.(Vanas).

loading...
error: Content is protected !!