Gubernur Ajak 1.000 Relawan Covid-19 Bangun Koordinasi Hingga ke Pelosok Desa

136

MITRAKITANEWS, Banda Aceh – Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Aceh, Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengajak para relawan satgas Covid-19 untuk membangun koordinasi dan solidaritas hingga ke pelosok Desa.

Nova menyebutkan, kerja-kerja kerelawanan tidak boleh berhenti, karena baik pandemi maupun bencana alam masih terjadi di Aceh. Bahkan saat ini, beberapa wilayah Aceh sedang mengalami bencana banjir.

“Saya berharap pelatihan relawan hari ini mampu membangun koordinasi dan solidaritas yang lebih baik untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, juga menjadi bekal ilmu dalam penanganan berbagai bencana alam lainnya di Aceh,” ujar Nova dalam sambutannya di hadapan para relawan saat membuka pelatihan relawan Satgas Covid-19 Aceh yang diselenggarakan Satgas Penanganan Covid-19 pusat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Hotel Kyriad, Banda Aceh, Selasa (8/12).

Nova melanjutkan, para relawan yang dilatih harus mampu mengajak seluruh masyarakat menjadi relawan, minimal selalu patuh pada protokol kesehatan dengan membiasakan hidup sehat dimulai dari diri sendiri, dan keluarga masing-masing, serta lingkungan sekitar.

“Tahun ini, sebagaimana diamanatkan oleh Sekjen PBB, Antonio Guterres, peringatan Hari Relawan mengangkat tema ‘Bersama Kita Bisa Melalui Sukarela’. Salah satu fokusnya adalah bagaimana seluruh negara menggerakkan para relawan untuk proaktif mengambil peran dalam penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing,” dijelaskanya.

loading...

Karena itu, Nova berharap, kegiatan pelatihan relawan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Relawan Sedunia di Aceh

Nova juga menjelaskan, pandemi Covid-19 telah memaksa sejumlah aktivitas di berbagai sektor lumpuh. Sekolah ditutup, kantor-kantor memberlakukan sistem shift, sebagian perusahaan tutup, ekonomi masyarakat terpuruk, dan sejumlah dampak lainnya muncul.

Untuk mengatasi situasi buruk itu Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Aceh terus melahirkan berbagai kebijakan untuk melawan Covid-19 sejak kasus pertama ditemukan di Indonesia pada awal Maret 2020.

Nova menyebutkan, salah satu upaya memerangi Covid-19 yang dilakukan Pemerintah Aceh adalah melalui perubahan perilaku masyarakat, diantara melalui kegiatan Gerakan Masker Aceh (GEMA), Gerakan Tenaga Kesehatan Cegah Covid (GENCAR), dan yang baru saja berlangsung pada 2 Desember kemarin adalah Gerakan Masker Sekolah (GEMAS).

“Semua upaya tersebut dilakukan untuk membiasakan masyarakat menerapkan protokol kesehatan pada setiap kesempatan, sehingga diharapkan dapat terhindar dari Covid-19,” katanya

Sementara itu, Direktur Kesiapsiagaan BNPB Eny menjelaskan, pelatihan relawan Satgas Covid-19 di Aceh akan berlangsung selama lima hari ke depan. Pelatihan melibatkan 1.000 warga Aceh yang merupakan perwakilan dari tujuh instansi, 13 organisasi kemasyarakatan, 14 kecamatan, dan perwakilan 90 desa/gampong di Provinsi Aceh.

“Dibutuhkan disiplin pribadi dan kesadaran kolektif untuk berjuang bersama menghalau pandemi covid 19 dan inilah saatnya bela negara melawan covid 19, sebagai warga yang bijak tentu menyambut baik dan secara iklas dan penuh kesadaran untuk tetap menjalankan protokol kesehatan,” Harap Eny.

Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilakukan di sejumlah provinsi lain. Materi yang disampaikan kepada para relawan diantaranya terkait Adaptasi Kebiasaan Baru, Kerelawanan, Berkomunikasi Efektif di Masa Pandemi, serta Isu Lokal.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di mana para peserta diwajibkan menggunakan masker, dan para peserta terlebih dahulu diuji rapid test. (Syahmi).

Berita Terkait
loading...
error: Content is protected !!