Hasbil : Pemuda Harus Berperan Dalam Era Digital

292

MITRAKITANEWS.COM, Jakarta – Tahun 1908-1928 adalah masa masa awal pergerakan nasional yang dimotori oleh para pemuda Indonesia, banyak organisasi pemuda yang lahir saat itu dan yang terkenal adalah Budi Utomo.

Tujuan dari pergerakan ini untuk memperbaiki dan mensejahterakan kehidupan bangsa Indonesia. Disamping itu, pergerakan pemuda tersebut membawa pesan bahwa kesadaran nasionalisme bangsa Indonesia harus bangkit segera.

Menurut gagasan Hasbil Mustaqim, bahwa ditahun 1945 adalah tahun dimana Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya. Lagi lagi peran pemuda menjadi kunci klimaks perjuangan kemerdakaan Indonesia dimana saat itu para pemuda mendorong Soekarno-Hatta segera mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia sebelum sekutu yang diboncengin Belanda datang. 16 Agustus 1945 para pemuda membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok untuk membicarakan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga :
Hasbil Nilai Calon Bupati Labura Darno-HMS Bisa Bawa Harapan dan kenyataan Rakyat

“Dan akhirnya tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno-Hatta membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di jalan pegangsaan Timur No.56, Jakarta. Tahun 1965, Sejarah kembali tercatat. Pemuda kembali tampil melalui Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) melakukan aksi demontrasi besar besaran untuk mengkritik kebijakan Soekarno saat itu,”jelasnya.

loading...

Meletusnya aksi KAMI tersebut setelah meletusnya kudeta mileter yang dikenal dengan gerakann 30 September 1965. Ada tiga tuntutan KAMI saat itu ke Soekarno yang dikenal dengan sebutan ‘TRITURA’. Dampak besar dari gerakan ini adalah tumbangnya kepemimpinan Soekarno. Kepemimpinan selanjutnya pun dilanjutkan oleh Soeharto.

Tahun 1998, terjadinya peristiwa reformasi di Indonesia. Peristiwa ini menjadi catatan sejarah baru untuk Indonesia di masa orde baru. Kembali, peran pemuda tampil dalam peristiwa ini. 12 Mei 1998 terjadi demontrasi besar besaran oleh mahasiswa di depan kampus Trisakti, Jakarta. Tanggal 13-14 Mei 1998 di Jawa Tengah, mahasiswa menduduki kantor DPRD Jawa Tengah . Puncaknya pada 18 Mei 1998, Mahasiswa berhasil menduduki atap gedung DPR/MPR RI di Senayan Jakarta. Dihari yang sama pula Harmoko menyarankan ke Presiden Soerharto untuk mengudurkan diri. Lalu tanggal 19 Mei 1998, beberapa mentri kabinet Soeharto memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.

“Kondisi yang semakin tak terkendali ini akhirnya memaksa Soeharto untuk meletakkan jabatannya di depan Mahkamah Agung (MA) pada tanggal 21 Mei 1998 pukul 10.00 pagi. Pada saat yang sama pula Soeharto kemudian menunjuk wakilnya B.J. Habibie untuk menggantikannya,”pendapat tokoh Demokrat ini.

Peristiwa peristiwa penting diatas tersebut adalah catatan keterlibatan peran pemuda Indonesia dalam upaya memperjuangkan segala aspek kepentingan masa depan bangsa Indonesia. Suka atau tidak suka, semua peristiwa diatas telah menjadi catatan penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, kami selaku pengurus Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) ingin mengajak para pemuda/i Indonesia untuk tampil bersama sebagai upaya memberikan kontribusinya untuk Indonesia di era digital saat ini. Indonesia harus mampu melakukan percepatan menuju Negara maju. Banyak hal yang dapat kita sinergikan di era digital saat ini. Dukungan teknologi yang tersedia saat ini harus mampu kita manfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai (value).

Baca Juga :
Politisi Muda Ini Siap Jadikan Asahan Menjadi Makmur

Menurutnya, kita harus terus bergerak cepat di era digital saat ini jika kita tidak ingin tertinggal jauh dari bangsa lain. Fasilitas dan lainnya kami coba persiapkan dengan baik agar para pemuda/i tidak terkendala dalam menyalurkan segala bakat dan prestasinya. Bonus Demografi Indonesia tahun 2030-2040 nanti harus bisa kita terjemahkan menjadi sesuatu kekuatan untuk bangkitnya Indonesia kedepan dan hal ini harus dimulai dari saat ini. (D.Erianda)

loading...
error: Content is protected !!