Hendak Mencari Bonsai, Bocah di Dompu Tewas Terpeleset Ke Sungai

216

MITRAKITANEWS.COM, Dompu – Kapolsek Pekat, Ipda Muh. Sofiyan Hidayat dan anggotanya bersama-sama dengan masyarakat mengevakuasi mayat Ahmad Zulaimi (10 tahun) yang terpeleset lalu tergelincir dari atas tebing dengan ketinggian kurang lebih 20 meter, kemudian jatuh dan tenggelam ke dalam sungai, pada Jumat (27/11/2020), sekitar pukul 15.30 wita di sungai Dsn Gunung Batu, Desa Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu.

Peristiwa naas itu terjadi, berawal ketika korban bersama dua temannya berangkat menuju areal hutan di belakang perkampungan desa setempat guna bertujuan mencari jenis kayu serut untuk dijadikan tanaman kerdil (bonsai).

Baca Juga :
Akibat Tanah Longsor, Dua Pengguna Jalan Di Dompu Tewas Di Tempat

Kabur Ke Hutan, Terpidana Mati Chai Changpan Ditemukan Tewas Gantung Diri

Sesampai di tempat yang di tuju, ketiganya berjalan mencari kayu serut, korban yang berjalan paling belakang tiba-tiba mendahului dua rekannya dan berjalan cepat karena melihat kayu serut dari jauh dan hendak menuju ke tempat tersebut.

Setelah agak jauh meninggalkan dua rekannya, tiba-tiba terdengar teriakan korban karena terpeleset lalu tergelincir dan disusul suara dentuman air akibat tubuh korban yang jatuh ke dalam sungai.

loading...

Mengetahui hal itu, kedua rekannya turun menuju sungai dan berusaha menolong korban, sesampainya di sungai keduanya berusaha menarik kaki korban yang sudah tenggelam, berkali kali dicoba namun tetap gagal, akhirnya mereka memutuskan untuk meminta pertolongan masyarakat dan kembali ke perkampungan.

Baca Juga :
Terkuak, Warga Sungai Raya Tewas di Jalan Karena Janji Proyek Tak Kunjung Tiba

Mengetahui laporan dari masyarakat terkait hal itu, Kapolsek Pekat dan anggotanya bersama dengan masyarakat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP), sesampainya di TKP anggota Polsek Pekat dan masyarakat masuk ke dalam sungai dan berhasil mengevakuasi mayat dengan kondisi mulut mengeluarkan busa serta luka di pelipis kiri, selanjutnya mayat di bawa menuju rumah orangtuanya.

Baca Juga :
Sambangi Desa Sawe, Bhabinkamtibmas Himbau Ibu rumah Tangga Agar Tidak Menerima Dan Menyebarkan Berita Hoax

Kedua orang tua korban Tahir (64) dan Rianim (50) ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk diautopsi.

Selanjutnya, Kapolsek Pekat menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar menjadikan musibah ini sebagai pembelajaran bagi para orang tua untuk lebih memperhatikan dan mengontrol aktivitas anaknya agar tidak terjadi hal-hal yang berisiko seperti ini. (Rafidin)

Baca Juga :
FITUA DOMPU Bagikan Peralatan Sekolah Gratis ke Anak Yatim dan Dhuafa

Komentar
Sedang memuat...