Kembali Pimpin KONI, Fredi Sebut Tanjungbalai Ketinggalan Kereta

396

MITRAKITANEWS.COM, Tanjungbalai – Fredi Lizaro kembali memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tanjungbalai periode 2020-2024. Fredi terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olah Raga Kota (Musorkot) III, yang diselenggarakan di Hotel Grand Ayola Singgie, Tanjungbalai, Senin (6/7/2020). Pria bermarga Sitorus ini dipilih secara aklamasi oleh 24 peserta musyawarah.

“Saat musyawarah semua kondusif aman dan lancar. Prosesnya berlangsung cepat. Makanya muncul aklamasi karena memang sejak dibuka pendaftaran oleh tim penjaringan calon ketua selama 3 hari dari 22 sampai 24 Juni, hanya satu yang mendaftar dan dia telah memenuhi segala persyaratan. Bapak Fredi akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum KONI Tanjungbalai,” ujar Ketua Panitia Pengarah Musorkot KONI Tanjungbalai 2020, Abdurrachman, usai pemilihan.

Ini menjadi kali kedua Fredi terpilih sebagai Ketua Umum KONI Tanjungbalai. Tugas berat otomatis dipikulnya. Fredi diharapkan mampu menjawab tantangan masyarakat pencinta olahraga di Tanjungbalai dengan peningkatan prestasi atlit si kota kerang yang makin melorot.

“Masa bakti kami yang lalu, kami lebih menyelesaikan tertib administrasi. Pada periode ini saya akan bicara prestasi, dengan target Tanjungbalai harus mampu menyumbang 1 persen atlet  dari 1000 atlet  yang dibutuhkan provinsi Sumatera Utara pada pelaksanaan PON 2024 nanti,” kata Fredi pada pada MKN.

Sejumlah aspek lantas sudah ia soroti secara khusus. Misi pun sudah ia rancang untuk diwujudkan guna menjawab tantangannya itu. “Saya akan mengutamakan dulu kemajuan klub-klub. Otomatis akan lahir atlet-atlet yang bagus kalau klubnya maju,” lanjutnya.

Fredi juga akan segera membentuk kepengurusannya yang baru. Dia diberi waktu 30 hari untuk membentuk keorganisasiannya.

“Pada prinsipnya kami selalu berusaha yang terbaik untuk diberikan kepada daerah ini. Yang jelas KONI Tanjungbalai akan berusaha semaksimal mungkin, karena prestasi tidak hanya dana, tapi semuanya. Termasuk para pengurus. Saya lihat pengurus selama ini banyak yang sebatas nama, artinya tidak efektif. Buat apa banyak-banyak pengurus kalau tak ada kontribusi nyata untuk memajukan olahraga Tanjungbalai. Bersama tim formatur kita revisi nanti,” jelasnya.

“Tugas kedepan memang harus membidik prestasilah. Artinya kita sebenarnya sudah ketinggalan kereta. Kenapa saya katakan ketinggalan kereta, pada 2022 udah masuk Porwil. Tak ada cerita main-main lagi,” tututpnya. (NISFU).

Berita Terkait
loading...
error: Content is protected !!