Ketua Harian Kompolnas: Cegah Penularan Covid-19, Tangung Jawab Bersama

210

MITRAKITANEWS.COM, Ternate – Masalah Covid 19 adalah masalah kita bersama, yang harus dihadapi dan ditangani bersama-sama oleh semua komponen masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Dr Benny J. Mamoto, Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Jakarta, Minggu (13/9/2020).

“Kita tidak bisa hanya menyerahkan kepada pemerintah atau aparat. Marilah kita mulai dari diri kita, keluarga kita, dan lingkungan kita,” katanya.

BACA : Pengakuan Muncikari Prostitusi Online di Ternate, Tarif Hingga Rp 1 Jutaan Sekali Main

BACA : KPU Malut : Besok Akan Diserahkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Bakal Calon Kepala Daerah

BACA : Hasil Sementara Polling MitrakitaNEWS : ST20 Melesat Tinggalkan 2 Paslon Lainnya

Menurut Purnawirawan Bintang Dua Polri ini,sesuai Rilis yang di Terima Senin, (14/9/2020) mengatakan, edukasi menjadi penting karena menyangkut kebiasaan baru yg berkaitan dengan kesehatan.

“Ketidakpedulian satu orang atau kelompok akan berdampak serius bagi semua. Saat ini cluster yg berkembang adalah di kerumunan massa, seperti pasar tradisional. Banyak Ibu-ibu dan penjual yang abai menggunakan masker. Oleh sebab itu, perlu koordinasi dan kerja sama dengan pengelola pasar dan tokoh-tokoh masyarakat yang berpengaruh dilingkungan tersebut,” katanya.

BACA : Polling Calon Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan, Ayo Tunjukkan Pilihanmu !!!

BACA : Curi Barang Berharga Milik Tetangga, Wanita Ini Diciduk Polisi

Keberadaan tokoh komunitas untuk ikut mengedukasi di lingkungan tersebut. Bila masih ada pelanggaran maka upaya persuasif di kedepankan.

Edukasi yang tepat dengan bahasa yang mudah di mengerti akan menyadarkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi, ujar mantan Deputy Pemberantasan Badan Narkotika Nasional ini.

BACA : DPC GMNI Bogor Berkolaborasi Dengan DPP GMNI Adakan Studi Kader Bangsa Nasional

BACA : Sejumlah Rumah Hingga Akses Keluar Masuk Warga Kampung Telayar Terendam Banjir

BACA : Miliki 1,76 Gram Shabu, Mukhyaruddin Diamankan Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai

Menurut Benny, berkaitan dengan pernyataan Wakapolri yang dipelintir (ditafsirkan sendiri oleh penulisnya) sesungguhnya dimaksudkan sebagai pemberdayaan seluruh elemen masyarakat, termasuk di lingkungan pasar tradisional, ujarnya.

“Masing-masing pasar tradisional memiliki ciri khas sendiri sesuai kearifan lokalnya sehigga pendekatannya pun perlu disesuaikan. Penggunaan istilah preman (oleh si penulis) justru menyesatkan dan menyinggung perasaan orang yang dituju, kata Benny.

BACA : Pegang Mandat Sapma PBB DPC Asahan, Viktor Ajak Mahasiswa Batak Harus Tampil

BACA : Ingatkan APH, Jokowi : Penyalahgunaan Regulasi Untuk Menakuti Membahayakan Agenda Pembangunan Nasional

BACA : Presiden Jokowi Tegaskan Tidak Ada Tawar Menawar Penerapan Protokol Kesehatan di Pilkada 2020

Dalam tugas berat, sosialisasi protokol kesehatan, semua komponen masyarakat yang dilibatkan, termasuk tokoh masyarakat, tokoh informal, sesepuh, tokoh tertua yang ada di pasar tersebut yang punya pengaruh. Semua itu tujuannya agar masyarakat patuh pada protokol kesehatan sengga mereka terhindar dari penularan Covid 19 atau menularkan (carrier) ke orang lain, katanya. (Sukur Lukman)

Berita Terkait
loading...
error: Content is protected !!