Ketua MAMBI Sumut Silaturahmi Ke Komplek Syekh Silau Laut

104

MITRAKITANEWS.COM, Batu Bara – Ketua Pengurus Wilayah Majlis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Sumut, Ir. H Zahir yang juga Bupati Batu Bara bersama Asisten I Russian Heri, Kabag Protokol Iwa, Kabid Humas Rizki beserta Staff Asisten 1 Erwan berkunjung ke Komplek Tuan Guru Syekh Silau Laut dalam rangka silahturahmi, Air Joman, Asahan, Minggu (14/03/2021).

Selain silahturahmi, pada kesempatan ini Bupati Ir. H Zahir yang juga sebagai Ketua PW MABMI Sumut mendamaikan permasalahan tentang pertikaian antara orang Melayu dan orang Jawa di kecamatan Air Joman yang sebelumnya sempat heboh di dunia maya dalam beberapa bulan terakhir.

Sesuai dengan Adat dan Budaya Melayu, untuk mendamaikan antara Umat Suku, para tokoh Adat Melayu menyediakan bale dan satu paket tepung tawar untuk menapung tawari orang – orang yang bertikai. Dan memberikan satu buah tengkuluk.

Dalam kesempatan ini, Tokoh Adat Melayu yang juga pemangku Adat Budaya Melayu Asahan, Tuan H. Ibrahim Ali memeberikan Tausyiah berupa kerukunan umat suku dan beragama.

Beliau mengatakan, berharap kiranya agar budaya dan adat melayu di Kabupaten Asahan untuk di jaga bersama – sama, Agar tidak terkikis oleh zaman yang semakin modren. Silahturahmi salah satu budaya Melayu yang harus dilestarikan, agar masyarakat Melayu tidak terpecah belah.

loading...

Lanjutnya, beliau menyampaikan dalam bermasyarakat penting kita sebagai umat beragama untuk memperbaiki hati. karena kita manusia mempunyai beda pemahaman. Tetapi kita tetap bersatu karena kita satu rumpun yaitu rumpun hamba Allah.

Masih kesempatan yang sama, Bupati Zahir menyampaikan, bahwa kerukunan antar suku dijaga bersama, Karena di negara Indonesia suku sangat banyak, Oleh karena itu kita sebagai rakyat Indonesia yang menjungjung tinggi persatuan dan kesatuan. Harus menjaga keutuhan persatuan.

Menjaga persatuan salah satunya dengan menjaga silahturahmi. Dan pergunakan lah teknologi informasi seperti handphone atau smartphone digunakan sebaik baiknya dan sebijak bijaknya. Agar tidak ada lagi salah paham antara pengguna media sosial sehingga tidak terjadi perseteruan. (Red)

Berita Terkait
loading...
error: Content is protected !!