Kompolnas Surati Kapolda Sumut Soal Dugaan Diskriminasi Hukum Warga Nias Barat

360
MITRAKITANEWS.COM | Nias Barat. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas RI) menyurati Kapolda Sumatera Utara (Sumut) guna mengklarifikasi atas pengaduan langsung dari Lembaga Bantuan Hukum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (LBH – HIMNI) atas pengeroyokan salah seorang warga Desa Fadoro, Nias Barat.
Hal itu, sesuai surat Kompolnas perihal informasi penanganan saran dan keluhan masyarakat Nomor: B-730B/ Kompolnas/ 5/ 2021 tanggal 18 Mei 2021.
Melalui suratnya, Kompolnas memberitahukan bahwa surat pengaduan masyarakat atas nama Hasanaha Hia korban pengeroyokan di Desa Fadoro, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat.
Perihal pengaduan/ memohon perlindungan hukum dan pengaduan langsung dari LBH HIMNI selaku kuasa hukum Hasanaha Hia telah diterima Kompolnas pada tanggal 5 Mei 2021.
Terkait itu, Kompolnas juga memberitahukan bahwa telah menyampaikan surat permohonan klarifikasi saran dan keluhan masyarakat kepada Kapolda Sumut. Sesuai surat ketua Kompolnas Nomor: B-730A/ Kompolnas/ 5/ 2021 tanggal 18 Mei 2021 untuk ditindaklanjuti dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Direktur LBH HIMNI, Wiradarma Harefa  S.H., M.H., kepada wartawan, Jumat (11/06/2021) membenarkan bahwa pihaknya telah menyurati sejumlah pihak atas dugaan diskriminasi hukum terhadap Hasanaha Hia atas kasus pengeroyokan yang dialaminya di wilayah hukum Polres Nias.
“LBH HIMNI telah menyurati Presiden RI, Menkumham RI, Komisi III DPR RI, Kompolnas, Komnas HAM, Kapolri, Kabareskrim Polri, Kadiv Propam Polri dan sejumlah instansi terkait lainnya untuk memohon perlindungan hukum terkait dugaan diskriminasi hukum yang dialami oleh korban dan keluarganya di Polres Nias” ujarnya
Dia sangat menyayangkan penanganan kasus pengeroyokan terhadap Hasanaha Hia yang diduga dilakukan oleh oknum kepala Desa di Nias Barat berinisial FH dan dua pelaku lainnya. Atas kasus tersebut korban dan keluarganya diintimidasi dan dikriminalisasi oleh oknum penyidik yang menanganinya.
Korban dan keluarganya malah ditetapkan sebagai tersangka dan bahkan abang kandung korban telah ditahan oleh penyidik Polres Nias. Padahal menurut pengakuan para saksi yang melihat langsung peristiwa tersebut, bahwa korban dan keluarganya sama sekali tidak melakukan penganiayaan terhadap para pelaku.
” Justru korban dan keluarganya yang menjadi korban penganiayaan oleh ke tiga pelaku di lokasi bangunan usaha milik korban,” tutur Direktur LBH HIMNI.
Ia juga menyampaikan bahwa sampai saat ini kliennya diintimidasi serta ancaman kepada keluarganya masih terus terjadi. Dibuktikan pada tanggal 02 Mei 2021, adik kandung klien atas nama Besokhi Hia mengalami penganiayaan hingga penusukan di bagian perut, punggung dan kaki korban yang diduga dilakukan oleh pelaku yang sama.
“Dimana kejadian tersebut sulit bagi kami mengatakan tidak ada hubungannya dengan tindakan pengeroyokan yang dialami oleh klien kami sebelumnya,” kecamnya.
Dengan itu, LBH HIMNI selaku kuasa hukum korban meminta semua instansi terkait supaya memberikan atensi dan perhatian khusus atas kasus tersebut. Demi memberikan keadilan dan perlindungan hukum kepada korban dan keluarganya yang kini terzolimi akibat tindakan oknum penyidik yang diduga tidak profesional, tegasnya.
Wiradarma Harefa S.H., M.H., juga memberikan apresiasi dan berterimakasih kepada Kompolnas yang selalu tanggap merespon pengaduan masyarakat. Begitu juga kepada ketua Komnas HAM yang memberikan atensi terhadap kasus ini diucapkan terimakasih.
“Semoga dengan adanya atensi dan perhatian khusus dari sejumlah pihak, kita berharap para pelaku pengeroyokan terhadap klien kami dan peristiwa penusukan terhadap adik kandungnya segera terungkap. Dan juga diberikan sanksi terhadap oknum penyidik yang diduga tidak profesional menangani kasus tersebut,” harapnya. (HH/Ed1)
Berita Terkait
loading...
error: Content is protected !!