Luar Biasa, Lahan Milik Saad Bin Yasin Hanya Ditawari Kompensasi Senilai Rp 50 Juta

4.622

MITRAKITANEWS.COM, MEMPAWAH – Proyek Smelter Grade Alumina Refinery akan segera dilaksanakan oleh PT. Borneo Alumina Indonesia (BAI) , namun konflik pembebasan lahan milik Saad Bin Yasin tak kunjung usai.

Pada hari kamis (26/03/2020) kedua belah pihak antara PT. BAI dan ahli waris Saad Bin Yasin melakukan mediasi di Galaherang Resto jalan Raden Kusno Mempawah.

Dalam mediasi tersebut pihak PT.BAI sempat menawarkan kompensasi kepada Agus Junaidi yang merupakan ahli waris dari Saad Bin Yasin yang dikonversikan berupa uang sejumlah Rp. 50.000.000, namun Agus Junaidi menolak karena menganggap nominal tersebut sangat tidak pantas dihargakan untuk lahan seluas 1 hektar miliknya.

Penolakan tersebut membuat pihak PT. BAI menyarankan agar ahli waris menempuh jalur hukum bahkan pihaknya mengatakan siap membayar berapapun jika terbukti kalah di pengadilan.

Mediasi kedua belah pihak tersebut berlangsung kurang lebih 5 jam bahkan Agus Junaidi sempat tidak mau menandatangai surat pernyataan lantaran ia menganggap ada poin yang hanya menguntungkan sebelah pihak karena dalam poin tersebut mengatakan bahwa ‘Ahli Waris Saad Bin Yasin mengizinkan pembangunan proyek Smelter Grade Alumina Refinery’.

Selanjutnya Agus Junaidi tetap menandatangani surat pernyataan setelah poin tersebut dirubah dan mengatakan bahwa pihak ahli waris Saad Bin Yasin meminta waktu dua hari untuk melakukan musyawarah dengan keluarga.

“Saya tidak bisa memutuskan sendiri, saya mesti melakukan musyawarah dengan keluarga sebelum mengambil keputusan, jadi saya minta waktu dua hari untuk itu semua,” ucapnya.

Sembari menunggu waktu dua hari agus junaidi juga menambahkan.
“Saya tidak melarang pembangunan proyek Smelter Grade Alumina Refinery PT. Borneo Alumina Indonesia , hanya saja lahan yang belum menjadi miliknya atau masih milik saya jangan digarap dulu selama dua hari ini,” terangnya. (Hen)

Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...

Luar Biasa, Lahan Milik Saad Bin Yasin Hanya Ditawari Kompensasi Senilai Rp 50 Juta