Memahami Kuatnya Seorang Single Mother

168

Ditulis Oleh : Kirana (Sekretaris Departemen Kajian dan Opini Publik, Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia)

MITRAKITANEWS.COM – Peranan orang tua terhadap pendidikan anak sangat besar, mulai dari pendidikan, penanaman karakter, dan penanaman sikap kemandirian kepada anak. Pendidikan awal sebelum anak mendapatkan pendidikan formal adalah pendidikan dari orang tua, keluarga merupakan kelompok primer dalam masyarakat, tempat dimana untuk pertama kalinya bagi anak untuk melakukan sosialisasi.

Dapat diumpamakan, keluarga merupakan perhubungan antara laki-laki dan perempuan dalam mendidik anak, akan tetapi dalam proses tersebut tidak sedikit juga mengalami hambatan. Salah satunya adalah kurangnya kehadiran sosok ayah didalam keluarga, bisa jadi karena meninggal dunia atau karena perceraian, walaupun dasarnya tidak ada seorangpun yang menginginkan sebuah perpisahan itu terjadi.

Baca Juga :
Indonesia Berdarah Lagi, Pemerintah Seakan Tak Peduli

Usai Deklarasi dan Pelantikan, BMI Asahan Komitmen Bentuk Kader Muda

Menjadi single mother membuat peran dalam keluarga menjadi bertambah karena yang seharusnya menjadi tugas kedua orang tua menjadi jatuh pada sang ibu seorang diri. Apalagi setiap ibu akan selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya, baik dari segi pendidikan, kehidupan yang layak, hingga kesenangan anak itu sendiri. Kegigihan single mother menjalani peran ganda sebagai ibu sekaligus menjadi ayah, satu sisi dengan kelembutan dan kasih sayang dan pada sisi lain dengan ketegasan dan kemadirian.

loading...

Kondisi seperti ini mengharuskan single mother untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga. Single mother kepala keluarga, menjadikan peran ganda ibu sebagai orang tua tunggal selain mengurus anak dalam lingkup domestik, ia juga dituntut untuk bekerja guna mencari nafkah bagi keberlangsungan hidup keluarganya. Dan untuk sebagian single mother, kondisi seperti ini akan berat lagi ketika sebelumnya tidak diperbolehkan bekerja oleh suami. Pola hidup berubah secara signifikan, namun itulah proses hidup yang harus dijalani oleh single mother.

Baca Juga :
Ketua BMI : Statement Bu Mega Tidak Mendidik

Menpan Terbitkan Edaran Batasi ASN Berpergian ke Luar Daerah Saat Libur Natal & Tahun Baru

Stigma masyarakat tentang single mother atau ditengah masyarakat disebut “janda” tentunya sulit untuk dibayangkan. Menyandang peran ganda sebagai orang tua bukan lah sebuah cita-cita, keinginan, maupun harapan seorang perempuan, namun karena suatu keadaan tertentu atau memaksa perempuan untuk menjalani kehidupan sebagai single mother.

Walau memang masyarakat sulit menerima dengan struktur keluarga seperti ini dan tanpa pernah mau melihat berbagai faktor penyebab dan kondisi mengapa seorang perempuan menjadi single mother, apakah karena suami meninggal, atau karena sebuah perceraian, maka tidak heran lagi jika perempuan mati-matian mempertahankan perkawinan, sekalipun telah mengalami kekerasan atau ketidakadilan dalam rumah tangga, karena merasa tidak sanggup menghadapi tekanan sosial dengan status perceraian.

Masyarakat cenderung menghakimi dan memberikan label buruk pada perempuan bercerai. Dalam memperingati Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember ini, masyarakat sudah selayaknya mengahargai single mother sebagai seorang manusia atas segala perjuangan yang dihadapinya dan menerima struktur keluarga tersebut. Perjuangan seorang ibu dalam membesarkan dan mendidik anak seorang diri sangat perlu kita hargai dan di.

“SELAMAT HARI IBU” untuk seluruh Ibu tangguh di Indonesia.

Baca Juga :
Pemkab Asahan Laksanakan Pelatihan Kewirausahaan Produktif Bagi Calon Peserta Usaha

Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru Warga Diimbau Hindari Kerumunan dan Patuhi Prokes

(Artikel Opini Ini Merupakan Karya Tulis Pribadi Serta Pandangan Pribadi Penulis Dan Tidak Mewakili Pandangan Redaksi MitrakitaNEWS. Isi Dari Tulisan Artikel Sepenuhnya Menjadi Tanggung Jawab Penulis)

Komentar
Sedang memuat...