Miris! Ibu Kandung di Tanjungbalai Tega Jual Anaknya

3.581

MITRAKITANEWS.COM, Tanjungbalai – Polres Kota Tanjungbalai mengungkap kasus perdagangan anak berusia 6 bulan yang dilakukan ibu kandungnya sendiri Nur (36) warga Jalan Durian, Kelurahan Sei Ranto, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai dan Mak Mega warga Jalan Listrik, Kota Tanjungbalai, yang diduga sebagai pembeli anak laki-laki bernama Rehan Samudra, putra dari Panggong Hasibuan (pelapor).

Nur nekat menjual darah dagingnya sendiri seharga Rp 2.700.000 (Dua Juta Tujuh Ratus Rupih) dengan alasan butuh biaya karena akan berangkat ke Malaysia untuk bekerja.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono melalui Kasat Reskrim AKP Burju Siahaan didampingi Kasubbag Humas Iptu Jumadi membenarkan pelaku dan pihak yang membeli bayi tersebut telah ditangkap dan menjelaskan Sang ibu ditangkap berdasarkan laporan suaminya sendiri Panggong Hasibuan (52) warga Jalan Mahoni, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

“Uang tersebut sudah diterima oleh terlapor, penjualan anak dibawah umur itu berlangsung di Jalan Listrik Kota Tanjungbalai, tepatnya di rumah Mak Mega dan transaksi tersebut disaksikan Nurhaida warga Kelurahan Selat Lancang, Kota Tanjungbalai,” ungkap Burju di Mapolres Tanjungbalai, Senin (05/03/2018).

Mak Mega, diduga sebagai pembeli anak dari Nur.
loading...

Kasat Reskrim Burju menjelaskan hubungan pelapor dengan terlapor sebagai suami-istri ini menikah siri pada bulan April 2017 di wilayah Silo Lama, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan dan dikaruniai 1 (satu) bayi laki-laki. Panggong diketahui sering bertengkar sehingga sempat berpisah beberapa Minggu, pada Bulan Februari 2018 berusaha mencari anaknya kepada ibunya, namun tidak menemukan anaknya, yang akhirnya berbuntut mengadukan kasus ini ke Polres Tanjungbalai. Dan hasil pemeriksaan sang istri (ibu kandung bayi) ternyata telah menjual bayinya tersebut.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 76 f juncto Pasal 83 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak hukuman maksimum 15 tahun penjara.(SM)

loading...
error: Content is protected !!