MPII Tangkal Radikalisme dan Terorisme Dengan Dialog Publik

73

MITRAKITANEWS.COM, Bima -Pengurus Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) Kota Bima menggelar kegiatan Dialog Publik dengan tema “penguatan peran tokoh masyarakat, tokoh agama dalam pencegahan terorisme dan Radikalisme.” pada, Selasa (21/07/2020) malam.

Kegiatan Dialog Publik itu berlangsung di Aula Gedung PKK Kabupaten Bima dengan dihadiri tokoh masyarakat, mahasiswa dan organisasi kepemudaan, berjumlah lebih kurang 100 orang peserta.

Ketua umum MPII Kota Bima, Muhammad Erwinsyah mengatakan, bahwa radikalisme dan terorisme adalah ancaman bagi keutuhan bangsa dan negara oleh karenanya kita harus bersama-sama bergandengan tangan untuk memberantasnya supaya kita bisa hidup rukun sesuai dengan anjuran nilai-nilai Pancasila.

“Melalui Dialog Publik ini kami berharap semoga bisa memberikan edukasi kepada masyarakat dan mahasiswa dalam menanggulangi pemahaman Radikalisme dan Terorisme khususnya di wilayah Bima dan Kota Bima,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Dialog Publik menghadirkan narasumber yang kompeten dalam bidangnya terdiri dari Tokoh Agama Dr. Syukri Abu bakar, M.Ag selaku sekretaris PC NU Kabupaten Bima, tokoh masyarakat Drs. Mahmud, S.H, Akademisi, Amiruddin, S.Pd.,M.Pd dan dari Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono, S.I.K.,S.H

Pemateri pertama Dr. Syukri Abubakar, M. Ag selaku sekretaris PC NU Kabupaten Bima berbicara tentang pemahaman pandangan terorisme dan radikalisme dalam perspektif hukum fiqih islam. Ia berpesan agar kita semua memahami secara positif ayat yang turun dan tidak menyalahkan pemahaman yang lain sehingga kita saling mengklaim diri yang paling benar diantara yang lain.

“karena Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin (Rahmat bagi seluruh alam), sehingga slogan ini harus menjadi bahasa dakwah yang harus diutamakan,” ujarnya.

Amirudin, berbicara terkait peran tokoh masyarakat dalam pencegahan radikalisme dan terorisme, sekaligus mengajak kepada mahasiswa dan pemuda harus berperan aktif dimasyarakat untuk menanggulangi paham radikalisme yang berujung pada gerakan terorisme.

loading...

“Mahasiswa yang notabenenya sebagai kaum pemuda sekaligus kaum pembaharu jangan apatis terhadap perubahan sosial terutama masalah gerakan radikal dan terorisme. Kita harus berada di garda terdepan untuk memberantas sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat,” tuturnya sembari memberikan ketegasan.

Drs. Mahmud, SH tentang pandangan radikalisme, terorisme dalam perspektif agama secara umum dan beliau berpesan agar agama dijadikan alat pemersatu supaya kita tetap hidup rukun dan jauh dari paham ekstrim Radikal.

Sementara Kapolres Bima Kota diwakili oleh Kasat Binmas Iptu Sulaiman, berbicara tentang peran keamanan pihak kepolisian sebagai penegak hukum dalam memberantas terorisme dan radikalisme.

Ia berpesan bahwa menjaga keamanan bangsa dan negara merupakan tugas setiap anak bangsa sekaligus mempertegas bahwa kepolisian akan senantiasa memerangi paham radikalisme dan terorisme.

“Kami dari pihak kepolisian sangat berharap kepada MPII Kota Bima umumnya mahasiswa dan pemuda agar bersama-sama bergandengan tangan untuk memberantas radikalisme dan terorisme khususnya di Bima.” ungkapnya berharap.

Lebih lanjut, ia mewakili Polres Bima Kota sangat mengapresiasi kegiatan Dialog publik ini karna kegiatan ini sangat mengedukasi paham radikalisme dan terorisme yang merajalela.

“Kegiatan ini harus terus ditingkatkan karena kegiatan ini merupakan wahana edukasi bagi seluruh elemen masyarakat dan kami dari pihak kepolisian sangat mengapresiasi sekali terkait kegiatan seperti ini.” Tutupnya

Menandai berakhirnya kegiatan, ketua umum MPII, Muhammad Erwinsyah, memberikan cinderamata kepada seluruh narasumber berupa piagam penghargaan karena sudah bersedia hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan dialog publik tersebut berakhir dan berjalan sesuai rencana. (Rafidin)

Berita Terkait
loading...
Komentar
Sedang memuat...
error: Content is protected !!