Pasca Penggeledahan, Permata KPK Asahan Desak KPK RI Usut Tuntas Aliran Dana Yang Melibatkan Pemborong Asahan

1.189

MITRAKITANEWS.COM, Asahan – Pergerakan Mahasiswa Tangkap Komplotan Koruptor (PERMATA KPK) Asahan desak KPK agar mengusut tuntas aliran dana yang digunakan serta melibatkan salah satu pemborong etnis tionghoa di Asahan bernisial ML atau sering disapa Ahong.

“Sepekan sudah berlalu KPK turun ke Asahan lakukan penggeledahan di rumah Ahonk terkait hasil pengembangan kasus yang terjadi kepada kepala daerah. Untuk itu kami dukung KPK untuk usut tuntas aliran dananya,” kata Ketua Permata KPK Sholahuddin Marpaung didampingi Pendiri permata KPK Asahan Rudi Yansah Ritonga, Rabu (22/07/2020).

Sebagai penggiat anti korupsi di Asahan, Sholahuddin Marpaung menyesalkan lambatnya tindakan KPK dalam menyelesaikan masalah penggeledahan rumah pemborong Asahan itu. Ia pun menilai, lambatnya penyelesaian akan menjadi catatan buruk bagi penegakan hukum di Negara ini, terutama sekelas KPK.

loading...

“Untuk itu kita desak KPK segera tuntaskan kasus aliran dana korupsi yg melibatkan pemborong di Asahan,” pungkasnya.

Senada dengan Rudi, pendiri Permata KPK yang juga mantan Sekjend Badko HMI Sumut itu, berharap agar persoalan koruptif ini clear dan tidak jadi bahan olok-olokan publik.

“Kedatangan KPK menggeledah rumah Ahong menjadi pertanyaan besar, dan sampai sekarang KPK belum mengumumkan nama-nama tersangka yang terlibat dalam kasus tersebut,” tegas Rudi Ritonga.

Sebelumnya, Penyidik KPK melakukan penggeledahan dirumah Ahong, salah satu pemborong Asahan di Jalan Sisingamangaraja Kisaran, Selasa (14/07/2020). Juru bicara KPK RI, Ali Fikri, ketika dikonfirmasi pasca penggeledahan tersebut mengatakan, penggeledahan merupakan hasil pengembangan kasus terpidana Yaya Purnomo. Namun sampai saat ini pihak KPK belum mengumumkan nama-nama tersangka dari hasil penyelidikan. (Nanda)

Berita Terkait
loading...
Komentar
Sedang memuat...
error: Content is protected !!