Pasutri Di Asahan Status PDP, Ini Penjelasan Jubir Gugus Tugas

371

MITRAKITANEWS.COM, Asahan – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Kabupaten Asahan H. Rahmat Hidayat Siregar S. Sos. M.Si memberikan penjelasan terkait ditetapkannya dua orang warga Asahan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pada konfrensi pers, Selasa (07/04/2020) di Sekretariat Gugus Tugas Covid-19.

Dalam konfrensi pers tersebut, Jubir Gugus Tugas menjelaskan riwayat perjalanan pasangan suami istri yang berinisial ES dan NS. Dijelaskannya, keduanya baru pulang dari Jakarta sekitar dua minggu yang lalu. Kemudian, keduanya melakukan pengecekan kesehatan di RSUD H Abdul Manan Simatupang Kisaran. Dari hasil pemeriksaan, keduanya dinyatakan negatif covid-19, sehingga hanya masuk daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Namun, lanjutnya lagi, selama berstatus ODP, istri dari ES mengalami demam, sehingga keduanya kembali melakukan pemeriksaan di RSUD HAMS Kisaran pada tanggal 6 April 2020 malam.

“Dari hasil pengecekan oleh dr. Nini Deritana Barus, SPP (spesialis paru paru) menggunakan alat Rapid Test sebanyak 2 kali, dinyatakan kedua pasien tersebut terindikasi positif Virus Covid-19,” Jelas Rahmat Hidayat yang juga menjabat sebagai Kadis Kominfo Asahan.

Atas dasar itu, keduanya dirujuk ke RS Martha Friska Medan untuk dilakukan uji swab, karena menurut Rahmat Hidayat, akurasi rapid test hanya 80%.

“Beliau dinyatakan positif covid-19 atau tidak, itu hak dokter rumah sakit Martha Friska setelah dilakukan uji swab. Hasil uji swab itu baru keluar satu minggu setelahnya,” jelasnya.

Oleh karena itu, Dayat meminta masyarakat jangan panik. Sebab, jelasnya lagi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Kabupaten Asahan tadi malam bergerak cepat melakukan sterilisasi di sekitar tempat tinggal ES dan NS. (AdyP)

Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...
error: Content is protected !!