Pengakuan Warga di Medsos, Diduga Pungli Marak di Disdukcapil Kerinci

349

MITRAKITANEWS.COM, Kerinci – Setelah beredar isu di Media Sosial (Medsos) Facebook yang bernama akun Jufrizen Bae membeberkan informasi pungutan liar (pungli) yang ada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi yang dilakukan oleh tenaga kerja honorer atas nama Septri Neta pada, Senin (20/7/2020).

Dalam hal ini wartawan mencoba meminta keterangan melalui inbox ke akun Facebook Jufrizan Bae, ia membenarkan telah memberikan uang sebesar Rp. 1.000.000 agar proses pembuatan dokumenya cepat selesai, dikarenakan anaknya ingin sekolah, cuitnya melalui pesan messenger.

Septri Neta yang merupakan Oknum pelaku pungli di Disdukcapil Kabupaten Kerinci memberi penjelasan melalui pesan messenger. Dalam penjelasan itu ia mengakui perbuatannya bahkan menerangkan bukan dirinya melakukan hal seperti itu, tetapi hampir 75 persen staff Disdukcapil melakukan hal seperti yang dibuatnya.

Karena ada yang berbuat duluan makanya saya berani seperti itu. Yang berbuat seperti itu pun juga ada oknum PNS yaitu berinisial ED dah LE yang memiliki jabatan di Disdukcapil pernah melakukan pungli sebesar Rp.400.000, cuit Septri Neta melalui pesan messenger.

Kepala Dinas Disdukcapil, Nafritman mengatakan, bahwa dirinya tidak pernah tau ada pungli di Disdukcapil ini, karena selalu melakukan apel setiap pagi hari dan sore hari, disitu selalu saya menekankan jangan pernah menerima uang dalam pengurusan KTP, KK dan Akta Lahir.

“Di Radio Republik Indonesia (RRI) Kerinci pernah juga saya sampaikan bahwa jangan pernah percaya dengan oknum-oknum yang meminta uang dan menjanjikan dokumen siap cepat, jika masyarakat kewalahan atau ada masalah silakan datang kekantor kami insyaalla kami akan membantu,” ungkap Nafritman, Selasa (21/7/2020).

Lanjut Nafriman mengungkapkan bahwa ini sudah sangat melanggar aturan dan Berita ini sudah sampai ke pusat Disdukcapil, Septri Neta sudah saya berhentikan secara tidak hormat hari ini 21/07/20 dengan surat nomor 800/217/dukcapil/2020.

Dengan adanya kejadian ini Nafriman berharap semoga kejadian ini tidak terulang lagi, dan jangan ada lagi Septri Neta yang berikutnya, dihimbau untuk masyarakat jangan pernah mau diiming-iming kan oleh oknum yang tidak bertangjawab dalam pembuatan dokumen. Jika memang ada hal untuk dibayar itu sesuai undang-undang yang berlaku kami akan menempatkan pemberitahuannya didepan kantor.

Septri Neta menjelaskan akan menemui Kadis Disdukcapil secepatnya karena dia merasa ini tidak adil, kenapa saya saja yang diberhentikan yang lain juga ada terlibat pungli, tutup Neta. (Dewi Yulianti)

Berita Terkait
loading...
Komentar
Sedang memuat...
error: Content is protected !!