Perkosa Anak Kandung Sendiri, Pelaku : “Saya Sudah Dua Kali Melakukannya”

2.618

MITRAKITANEWS.COM, Asahan – Tidak tahu entah apa yang ada dibenak Jufri (42), warga Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan itu. Pria yang berprofesi sebagai nelayan ini sanggup melampiaskan nafsu bejatnya kepada anak kandung sendiri bernisial R alias M (14). Akibatnya, Jufri harus menginap di hotel prodeo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Jufri melampiaskan nafsu bejat ke anak, hal tersebut berdasarkan laporan yang kami terima oleh adiknya bernisial EC pada hari Jumat (24/7/2020),” kata Kapolres Asahan AKBP Nugroho pada konfrensi pers di halaman Polres Asahan, Rabu (29/07/2020).

Tersangka yang merupakan seorang Nelayan di Asahan ini melampiaskan nafsu ke anak kandung karena tidak tahan bercerai dengan isteri selama 3 tahun. Dan Jufri melakukan perbuatan yang tidak terdidik itu kepada anaknya sudah 2 kali.

Kasus ini terungkap berawal ketika korban menceritakan kejadian yang menimpa dirinya kepada sang tante, EC (33). Tidak terima dengan perbuatan abang kandungnya, EC pun membuat laporan ke Polres Asahan.

“Jadi sang anak, mengadu kepada tantenya,” ucapnya Kapolres.

Sementara itu, Jufri terlihat hanya bisa menunduk dan terdiam selama konferensi pers berlangsung di halaman Mapolres Asahan, .

Pada saat diwawancarai, Jufri mengaku melakukan perbuatan nista terhadap darah dagingnya sendiri lantaran tidak lagi bisa menyalurkan hawa nafsunya semenjak bercerai 3 tahun lalu.

Terlebih, pasca bercerai, Jufri hanya tinggal berdua bersama R alias M yang kini tengah beranjak remaja. Sedangkan dua anak lainnya diasuh oleh sang mantan istri.

“Aku udah cerai 3 tahun. Kalau ini udah dua kali aku lakukannya,” ungkap Jufri.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai aksi bejatnya terhadap anak kandungnya sendiri, Jufri lebih banyak diam dan selalu berkelit.

“Aku lakukannya di rumah,” sebutnya.

Kapolres Asahan, AKBP Nugroho Dwi Karyanto menegaskan, dalam kasus ini polisi menjerat tersangka dengan Pasal 81 ayat (1) jo Pasal 81 ayat (3) UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Hukuman paling singkat delapan tahun penjara dan maksimal 15 tahun, denda Rp 5 miliar. Kalau junctonya, maka pidananya ditambah sepertiga dari ancaman pidana pertama,” tegas Nugroho. (Nanda)

Berita Terkait
loading...
error: Content is protected !!